Halftime Show Final Piala Dunia 2026 Superseru, BTS dan Justin Bieber Puaskan Fans
Halftime show final Piala Dunia 2026 meriah, BTS dan Justin Bieber puaskan fans. Foto: BTS tampil membawakan Dynamite di Metlife Stadium, New York, 20 Juli 2026. -Carl Recine-AFP

Halftime show final Piala Dunia 2026 meriah, BTS dan Justin Bieber puaskan fans. Foto: BTS membawakan Dynamite yang liriknya diubah jadi bertema sepak bola. -Florencia Tan Jun -AFP
Setelah BTS berlalu, hadirlah Justin Bieber. Berbeda dengan BTS, Bieber, membawakan versi emosional dari lagu hitnya, Everything Hallelujah yang disesuaikan dengan Piala Dunia.
Stadion sempat hening, hingga Shakira dan penyanyi Nigeria Burna Boy kembali membangkitkan energi dengan lagu resmi Piala Dunia 2026, Dai Dai, yang diiringi oleh para penari Uganda.
Panggung Bikin Molor
FIFA sengaja menghadirkan konsep hiburan berskala global sebagai bagian dari upaya memperluas daya tarik Piala Dunia, khususnya di AS.
Durasinya bertotal 17 menit. Yakni 11 menit untuk para artis menyuguhkan penampilan. Sisanya untuk memasang dan membongkar panggung portabel di atas rumput lapangan.
Namun pada kenyataannya, justru molor menjadi 27 menit lebih 18 detik. Sebab, logistik panggung terbukti sangat rumit. Proses menyusun dan membongkar panggung raksasa, serta membersihkan rumput stadion jauh lebih lama dari perkiraan.
BACA JUGA:Emmanuel Petit Kritik Piala Dunia 2026: Terlalu Banyak Gimmick dan Terlalu Amerika!
BACA JUGA:Argentina Dituding Dibantu FIFA dan Wasit, Lionel Messi Akhirnya Buka Suara

Perpanjang jeda laga jadi 27 menit, pertunjukan musik final Piala Dunia 2026 turut diselingi pesan sosial dan dana edukasi anak global.--AFP
Halftime show Piala Dunia 2026 membawa pesan kemanusiaan. Global Citizen memperkenalkan FIFA Global Citizen Education Fund, sebuah inisiatif yang bertujuan menggalang dana demi memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di seluruh dunia.
Selama pertunjukan, berbagai materi visual mengenai pentingnya pendidikan ditampilkan di layar stadion maupun siaran televisi. FIFA berharap final Piala Dunia mampu mengangkat isu sosial yang berdampak secara global.
Keterlibatan Chris Martin dinilai menjadi salah satu alasan mengapa pertunjukan memiliki nuansa berbeda.
Vokalis Coldplay tersebut dikenal aktif dalam berbagai kampanye kemanusiaan bersama Global Citizen sehingga konsep halftime show tidak hanya berfokus pada penampilan musisi, tetapi juga menyampaikan pesan solidaritas dan inklusivitas.
Format baru ini membuat jeda pertandingan diperpanjang menjadi sekitar 27 menit. Lebih lama dibanding jeda normal sepak bola selama 15 menit.
BACA JUGA:FIFA Buka Peluang Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim, UEFA dan CONCACAF Menolak
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber