Canva Code 2.0 Resmi Diluncurkan, Bisa Bikin Website dan Aplikasi dengan Bantuan AI
Canva merilis Canva Code 2.0. Memungkinkan pengguna membuat website dengan mudah. Tanpa perlu memiliki kemampuan programmer.--Pinterest
Seluruh proses pembuatan berlangsung di dalam editor Canva. Fitur itu selama ini digunakan untuk presentasi, dokumen, papan tulis digital, dan berbagai proyek desain lainnya.
Salah satu fitur baru yang paling menonjol adalah HTML Import. Di situ pengguna dapat mengimpor proyek HTML. Yang dibuat menggunakan platform AI atau aplikasi lain ke dalam Canva.
Setelah diimpor, seluruh elemen dapat diedit kembali menggunakan editor visual Canva. Tanpa perlu membangun proyek dari awal.
BACA JUGA:Cara Dapat Uang dari Template Canva Lewat LYNK ID
BACA JUGA:Cara Membuat Kartu Ucapan Idulfitri 2025 di Canva
Jika hanya ingin mengubah bagian tertentu, pengguna cukup memberikan instruksi kepada AI. Maka, sistem akan melakukan penyesuaian secara otomatis.
Canva Code 2.0 juga menghadirkan kemampuan kolaborasi dengan waktu nyata. Beberapa anggota tim dapat mengerjakan proyek yang sama, memberikan komentar, serta melakukan penyuntingan bersama.
Fitur tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan perusahaan, sekolah, maupun tim pemasaran. Khususnya bidang yang mengembangkan proyek digital secara kolaboratif.
Selain itu, seluruh website dan aplikasi yang dibuat akan otomatis memiliki tampilan responsif. Sehingga dapat menyesuaikan ukuran layar komputer maupun ponsel.
BACA JUGA:Selain Canva, Ini 6 Aplikasi Desain Grafis yang Bisa Jadi Pilihan
BACA JUGA:7 Aplikasi AI untuk Edit Foto, Catat Bukan Cuma Canva!

Melalui Canva Code 2.0 pengguna dapat membuat website atau aplikasi dengan bantuan AI.- Ron Lach - Pexels
Pengguna juga dapat melihat pratinjau tampilan sebelum proyek dipublikasikan. Setelah proyek selesai, Canva menyediakan beberapa pilihan publikasi. Pengguna dapat menerbitkan hasilnya melalui beberapa cara.
Seperti menggunakan domain gratis Canva, menghubungkan domain milik sendiri, maupun membagikannya secara aman di lingkungan organisasi. Yakni menggunakan sistem Single Sign-On (SSO).
Fitur tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari portofolio pribadi, website bisnis, presentasi interaktif, hingga dashboard internal perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber