Makna Baru Kerja Keras: Saat Dunia Kerja Berubah
ILUSTRASI Makna Baru Kerja Keras: Saat Dunia Kerja Berubah.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Yang lebih penting justru melatih mereka untuk terus belajar, siap meninggalkan cara lama yang tidak lagi relevan, dan berani menyesuaikan diri dengan perubahan. Dari situ terlihat bahwa dunia hari ini tidak hanya membutuhkan orang yang kuat, tetapi juga orang yang lentur.
Makna yang Perlu Dibaca Ulang
Karena itu, makna kerja keras memang perlu ditinjau ulang. Bukan untuk dibuang semuanya, dan bukan pula untuk diremehkan. Ia tetap layak dihormati. Hanya, kerja keras hari ini membutuhkan arah, keterampilan yang terus diperbarui, dan kesediaan untuk berubah.
Bila tidak, orang bisa sangat sibuk tanpa sungguh-sungguh naik kelas. Ia bisa saja hadir dengan tenaga yang besar, tetapi berjalan dengan ”kacamata” yang lama.
Kerja keras perlu dibaca dengan sudut pandang baru. Dalam dunia yang berubah cepat, orang tidak cukup hanya kuat. Ia juga perlu lentur. Tidak cukup hanya bertahan. Ia juga perlu tahu kapan harus belajar lagi, kapan mesti mengganti cara, dan kapan harus mengakui bahwa dirinya memang belum selesai.
Jadi, yang lebih mungkin bertahan bukan semata orang yang paling keras bekerja, melainkan orang yang mau bekerja keras sekaligus mau bertumbuh.
Kerja keras tetap bernilai. Namun, hari ini nilainya menjadi lebih utuh ketika ia bertemu dengan kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas. Bukan karena etos lama itu salah, melainkan karena zaman sudah meminta bentuk kedewasaan yang lebih lengkap. (*)
*) Bagus Suminar adalah pemerhati Human Capital dan Wellbeing Principal Consultant pada sdmindonesia.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: