Epos The Odyssey, di Balik Kepahlawanan Ada Peran Besar Perempuan
Odysseus dan nimfa Calypso. Di awal puisi mereka diceritakan telah hidup bersama selama tujuh tahun.-Alamy-BBC
HARIAN DISWAY - Selama ini, The Odyssey kerap dipandang sebagai cerita kepahlawanan. Tentang laki-laki yang berjuang menembus berbagai rintangan. Demi bisa kembali ke Kerajaan Ithaca.
Namun jika dibaca lebih mendalam, ada satu hal menarik. Bahwa kisah The Odyssey justru banyak digerakkan oleh tokoh-tokoh perempuan.
Nimfa, dewi, penyihir, hingga istri Odysseus. Mereka memainkan peran penting. Bahkan menentukan arah perjalanan sang pahlawan.
Melalui kecerdikan, strategi, rayuan, hingga tipu daya. Para perempuan itu membentuk alur cerita. Pun, memperlihatkan bahwa kekuasaan tidak selalu hadir dalam bentuk kekuatan fisik.
BACA JUGA:Bukan Cuma Cyclops, Ini 7 Monster dan Makhluk Mitologi dalam The Odyssey Karya Christopher Nolan
BACA JUGA:Waduh! Robert Pattinson Tak Mengenali Zendaya Saat Syuting The Odyssey
Cerita dimulai ketika Odysseus terdampar di Pulau Ogygia. Ia hidup bersama nimfa Calypso selama tujuh tahun.
Meski dikenal sebagai pahlawan besar dalam Perang Troya, ia justru tampak tidak berdaya. Bahkan, ia baru dibebaskan setelah para dewa mengadakan sidang. Mereka memutuskan agar Calypso melepaskannya.

Nyanyian para Siren dalam Odyssey memukau. Memiliki kekuatan untuk merayu pria hingga menyebabkan kematian mereka.-Getty Images-BBC
Dalam pembacaan modern, kondisi Odysseus kerap dihubungkan dengan trauma perang. Ia kehilangan semangat untuk melanjutkan perjalanan pulang.
Namun, baginya daya tarik Calypso sulit diabaikan. Odysseus mengakui dia cantik. Bahkan lebih cantik dari Penelope, istrinya.
BACA JUGA:Usai The Odyssey, Christopher Nolan Butuh Jeda 3 Tahun untuk Film Baru
BACA JUGA:Ulasan Film The Odyssey: Bagi Odysseus, Tempat Pulang itu Bernama Penelope
Namun, selama suaminya menghilang bertahun-tahun, Penelope tak pasif. Dia harus menghadapi 108 pelamar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: bbc