Festival Garudeya Mahambara Pentaskan Harmoni Bakti Anak dan Rasa Keadilan

Festival Garudeya Mahambara Pentaskan Harmoni Bakti Anak dan Rasa Keadilan

Tokoh garuda di festival Garudeya Mahambara diangkat dalam pertunjukan seni karena membawakan nilai positif, yakni bakti kepada ibu dan perjuangan menegakkan keadilan. -Ilmi Bening - Harian Disway

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Komunitas tari dari berbagai sanggar berkolaborasi menyuguhkan Festival Garudeya Mahambara di Gedung Cak Durasim SURABAYA pada Rabu, 22 Juli 2026. Mukti Sang Ibu dengan tokoh utama Garuda pas dengan semangat Hari Anak Nasional.

Iring-iringan lagu Jawa menyambut para penari dari Sanggar Tari Topeng Bayu Candra Kirana. Di tengah panggung, siluet garuda tampak dari balik sehelai kain berwarna putih.

Tarian di atas pentas mengisahkan Dewi Kadru dan Dewi Winata. Dewi Winata terjerat perbudakan Dewi Kadru, perempuan yang sarat kuasa dan suka menyebarkan bisik sumpah serta tipu daya. Dewi Winata tersesat dalam kegelapan yang dingin.

Derita Dewi Winata itu membuat sang putra, Garuda mengelilingi angkasa untuk mencari tirta amerta yang bisa membebaskan ibunya. Garuda menyampaikan pesan bahwa kasih dan bakti seorang anak mampu merobohkan belenggu terdalam. 

BACA JUGA:Pesona Lagu Tradisional Jerman, Ujung Lero, dan Tari Kecak di Festival Seni Lintas Budaya 2026

BACA JUGA:Prabowo Sambut Presiden Alexander Lukashenko di Istana Merdeka, Diiringi Tari Enggang

Mukti Sang Ibu berpusat pada tentang cerita Garuda Mahambara. "Cerita tentang Garuda dipahat di beberapa candi di Jawa Timur, salah satunya Candi Kidal,” ujar Endah Budi Heryani, kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur.

Dia mengatakan bahwa cerita Garuda penuh dengan nilai luhur, seperti bakti kepada orang tua, kepahlawanan, kerja keras, dan perlindungan,

Rabu itu, banyak kelompok lainnya juga menampilkan kisah sosok Garuda. Komunitas Songgo Seni Indonesia, misalnya.

Mereka mengangkat visualisasi sastra yang mengisahkan perjuangan Garuda untuk menyelamatkan ibunya Ken Dedes dari belenggu perbudakan.

BACA JUGA:Hari Tari Sedunia di Taman Budaya Jawa Timur, Sarana Mengenalkan Tari Tradisional pada Generasi Muda

BACA JUGA:Rayakan Imlek 2026, Kampung Tambak Bayan Sajikan Penampilan Tari Lintas Budaya

Sanggar tarintersebut mengangkat interpretasi filosofis dari Candi Kidal, di mana kisah Garuda dipersonifikasikan sebagai Anusapati yang ingin membebaskan Ken Dedes.


SANGGAR Songgo Seni Indonesia asal Sidoarjo turut berpartisipasi dalam Festival Garudeya Mahambara. - Ilmi Bening - Harian Disway

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: