PLN Luncurkan Smart Farming IoT untuk Modernisasi Pertanian Melon di Malang

PLN Luncurkan Smart Farming IoT untuk Modernisasi Pertanian Melon di Malang

Serah terima bantuan dari PLN kepada BUMDes, dari kiri: Manager PLN UPMK 2, Adriuli, Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN PUSMANPRO, Maya Savitri, Ketua BUMDes Sumber Makmur Vincensius Sari, Camat Kecamatan Wonosari A.K. Wisnu Aji, dan PLT Kep-PLN-

HARIAN DISWAY - PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek (PUSMANPRO) melalui Unit Pelaksana Manajemen Konstruksi (UPMK) II meluncurkan program Smart Farming berbasis Internet of Things (IoT).

Program itu dirilis di Desa Kluwut, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, 23 Juli 2026 untuk mendukung pengembangan greenhouse melon yang dikelola BUMDes Sumber Makmur.

Smart Farming merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN demi mengatasi berbagai kendala yang dihadapi petani.

Sebelum program berjalan, proses penyemprotan, pencampuran nutrisi, hingga pemantauan kondisi greenhouse masih dilakukan secara manual.

BACA JUGA:Gebrakan Energi Bersih! PGE dan PLN IP Sepakati Tarif PLTP Lahendong 15 MW, Siap Beroperasi 2028

BACA JUGA:Siagakan 5.524, PLN Personel Jaga Keandalan Listrik Selama Ramadan dan Idulfitri di Jatim

Selain itu, pasokan listrik yang digunakan juga masih menumpang jaringan milik warga. Tanpa sistem cadangan daya. Sehingga berpotensi mengganggu proses budidaya ketika terjadi pemadaman listrik.

Melalui program itu, PLN memasang jaringan listrik. Sekaligus menghadirkan perangkat otomatisasi pertanian berbasis IoT.

Sistem tersebut menggunakan sensor kelembapan tanah, suhu, dan kondisi cuaca yang dipasang di area greenhouse. Data dari sensor dikirim secara real-time ke perangkat pintar milik petani.

Apabila tanah terdeteksi kering, sistem secara otomatis membuka katup air. Sehingga proses penyiraman berlangsung tanpa campur tangan manusia.

BACA JUGA:Hoaks Token Listrik Gratis PLN Ramadan 2026, Cara Cek Link Resmi dan Hindari Phishing

BACA JUGA:Libur Nataru, Transaksi SPKLU PLN di Jatim Catat 13 Ribu Lebih Transaksi

Air beserta nutrisi dialirkan secara bertahap. Yakni melalui sistem fertigasi menuju akar tanaman menggunakan jaringan pipa tetes.

Teknologi itu membuat pemberian air dan nutrisi menjadi lebih tepat sasaran. Sekaligus lebih efisien.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: