FIFA Memanas, Eropa Tarik Dukungan untuk Gianni Infantino

FIFA Memanas, Eropa Tarik Dukungan untuk Gianni Infantino

Gianni Infantino pastikan wacana Piala Dunia 64 tim bakal dibahas resmi pasca-turnamen 2026 demi beri ruang bagi negara berkembang.--Getty Images

BACA JUGA:FIFA Kaji Dugaan Pelanggaran Argentina, dari Spanduk Falkland hingga Kericuhan Final

Perebutan Dukungan Global dan Ancaman bagi Masa Depan Infantino

Meski mendapat tekanan besar dari Eropa, Infantino masih memiliki dukungan dari beberapa wilayah lain. Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) masih berada di belakangnya.

Di kawasan Asia, situasinya lebih kompleks. Sejumlah negara seperti Qatar, Sri Lanka, dan Kuwait secara terbuka menyatakan dukungan kepada Infantino. 

Namun, pihak Eropa mempertanyakan apakah seluruh asosiasi di Asia benar-benar memahami besarnya penolakan terhadap kepemimpinan Infantino saat ini.

UEFA kini juga mulai mempercepat pencarian kandidat yang dapat menjadi pesaing Infantino dalam pemilihan mendatang.


Gianni Infantino sebut pengkritik Piala Dunia 2026 dipenuhi kebencian dan abaikan persatuan fans.-Carl Recine-Getty Images 

Kandidat tersebut membutuhkan dukungan luas di luar Eropa, terutama dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) serta Concacaf, yang menjadi wilayah penting dalam perebutan suara.

Meski demikian, Infantino diyakini masih berupaya mempertahankan posisinya. Ia disebut aktif melakukan komunikasi dengan berbagai anggota FIFA untuk memastikan dukungan mereka tetap bertahan.

BACA JUGA:FIFA Ingin Jual Hak Komersial Piala Dunia, UEFA Bereaksi Keras

BACA JUGA:Final Piala Dunia 2026: Donald Trump dan Presiden FIFA Disoraki Penonton!

Dengan CAF dan CONMEBOL masih mendukungnya, pertarungan politik FIFA kini kemungkinan besar akan bergantung pada sikap negara-negara Asia dan Concacaf. 

Jika dukungan terhadap Infantino terus melemah, tekanan untuk mengakhiri masa kepemimpinannya bisa semakin besar menjelang pemilihan presiden FIFA tahun depan. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber