Jatim-Maroko Jajaki Kerja Sama Dagang hingga Smart City
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin 3 Agustus 2026-Edi Susilo Disway -
SURABAYA, HARIAN DISWAY– Pemprov Jawa Timur mulai merintis kerja sama strategis dengan Kerajaan Maroko, Senin 3 Agustus 2026.
Fokus utama kerjasama itu mencakup beberapa sektor. Perdagangan, industri manufaktur, pertanian, pendidikan, hingga pengembangan konsep smart city.
Penjajakan tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin.
Khofifah menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan pembahasan produktif terkait berbagai sektor vital. "Kami membahas sektor perdagangan, industri manufaktur, agro, perikanan, serta pendidikan, termasuk peluang beasiswa ke Maroko," ujar Khofifah.
BACA JUGA:Tim Riskolab Jatim Melaju Paparkan Kemajuan Riset Ekonomi Hijau Bromo di Universitas Brawijaya
BACA JUGA:Realisasi Penerimaan Pajak DJP Jatim I Tembus 51 Persen dari Target 2026
Menurut Khofifah, hubungan diplomatik antara Indonesia dan Maroko memiliki akar sejarah yang kuat, yakni sejak Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955. "Maroko dan Indonesia harus bergandengan tangan untuk mendapatkan kedaulatan yang lebih substantif dari kemerdekaan yang sudah diperoleh," tegasnya.
Di sisi lain, Dubes Maroko Redouane Houssaini melihat potensi besar Jatim untuk dikembangkan ke dalam kerja sama jangka panjang. Ia menekankan pentingnya kemitraan dalam bidang smart city antara Surabaya dan Tangier.
"Kami juga menawarkan beasiswa bagi pelajar di Jawa Timur. Saat ini, kami sedang mengembangkan Memorandum of Understanding (MoU) terkait hal tersebut," jelas Redouane.
Selain urusan kerja sama, Redouane juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah kebakaran kapal KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Madura yang terjadi pada Minggu 2 Agustus lalu.
Pertemuan ini menjadi langkah awal bagi kedua belah pihak untuk mempererat hubungan bilateral, tidak hanya di level pusat, namun juga memperkuat konektivitas antardaerah. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: