Khofifah Tutup PKN II dan PKP, Minta Proyek Perubahan ASN Berdampak Nyata
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa -Humas Pemprov Jawa Timur -
SURABAYA, HARIAN DISWAY – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta aparatur sipil negara (ASN) tidak berhenti berinovasi setelah menyelesaikan pelatihan kepemimpinan. Proyek perubahan yang dirancang selama pelatihan harus dilanjutkan melalui kolaborasi hingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pesan itu disampaikan Khofifah saat menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XI serta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan V dan VI Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kampus BPSDM Jatim, Surabaya, Jumat, 2 Oktober 2026.
Menurut Khofifah, keberhasilan pelatihan kepemimpinan tidak hanya diukur dari selesainya proses pendidikan. Pengetahuan, inovasi, dan gagasan perubahan harus diterapkan di lingkungan kerja masing-masing.
“Apapun instansinya, dari manapun berasal, kolaborasi dan sinergi adalah kunci sukses hari ini,” ujarnyi.
BACA JUGA:Khofifah Imbau Warga Jatim Kibarkan Bendera Setengah Tiang 30 September

Gubernur Khofifah meminta ASN terus berinovasi dan berkolaborasi untuk meningkatkan kinerja-Humas Pemprov Jawa Timur -
Khofifah menegaskan penutupan pelatihan justru menjadi awal bagi peserta untuk mengimplementasikan proyek perubahan. Sebab, berbagai persoalan pemerintahan dan pelayanan publik tidak selalu dapat diselesaikan oleh satu instansi.
“Proyek perubahan itu tidak akan mungkin bisa dilakukan sendirian. Proyek perubahan butuh sinergi,” katanyi.
Dia juga mengingatkan ASN mampu beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung di tingkat lokal, regional, nasional hingga global. Menurut Khofifah, inovasi harus terus dikembangkan dan terbuka terhadap evaluasi sesuai kebutuhan masyarakat.
“Proyek perubahan tetap butuh inovasi dan kreativitas yang luar biasa. Ada ruang di mana adaptasi kita dibutuhkan. Maka sebetulnya equilibrium dynamic,” tuturnyi.
BACA JUGA:Gubernur Khofifah Dorong UPT Batu Jadi Pusat Penggerak Utama Sapi Perah Jawa Timur

Peserta PKN menerima surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan -Humas Pemprov Jawa Timur -
Khofifah menyebut proyek perubahan harus mampu mengikuti dinamika kehidupan dan perubahan lingkungan strategis. Pertukaran pengetahuan antardaerah juga dinilai penting agar inovasi yang berhasil diterapkan di satu wilayah dapat dikembangkan di daerah lain dengan menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik masing-masing.
“Semua pelatihan dan proyek yang dikerjakan dapat memberikan dampak positif untuk lingkungan sekitar dan masyarakat luas,” katanyi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: