Arsitek Andy Rahman dan Terobosan Batu Bata Custom dari Sidoarjo: 33 Desain dalam Dua Dekade

Arsitek Andy Rahman dan Terobosan Batu Bata Custom dari Sidoarjo: 33 Desain dalam Dua Dekade

ANDY RAHMAN, founder Andyrahman Architect, merayakan dua dekade kiprahnya di dunia arsitektur dengan pameran di Orasis Art Space. Ciri khasnya adalah batu bata custom yang terinspirasi era Majapahit.-Ilmi Bening-Harian Disway

Kearifan lokal menjadi landasan Andy Rahman dalam berkarya. Tak silau pada desain bangunan mancanegara, lelaki kelahiran 1980 itu berkreasi dengan inspirasi arsitektur era Kerajaan Majapahit.

BATU BATA menjadi ciri khas Andy Rahman. Sejak dirancang kali pertama pada 2014, batu bata custom ala alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu sudah menjelma bangunan-bangunan unik di Surabaya dan Sidoarjo serta wilayah sekitarnya. 

Total, sampai saat ini, Andy sudah merancang 33 produk. Ada batu bata trapesium, jajargenjang, dan oval. Ada pula batu bata yang terbuat dari campuran limbah plastik gelas air minum kemasan dan PVC. Semakin lama, kian banyak produk ramah lingkungan yang didesain olehnya.

"Pada 2012, saya menemukan bahwa di Jawa Timur ada tradisi arsitektur bata yang kaya, yang berasal dari era Majapahit. Kami mencoba mengangkat kembali akar tradisi tersebut dan menerapkannya pada proyek-proyek awal kami dengan menggunakan batu bata lokal," jelas Andy di sela pameran arsitektur yang digelarnya di Orasis Art Space pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

BACA JUGA:Terinspirasi Gaya Andy Rahman di Pameran Arsitektur Orasis Art Space: Selaras dengan Alam, Serap Nilai Lokal

BACA JUGA:Toko Buku dengan Arsitektur Bergaya Terbuka di Kopenhagen, Dekatkan Dunia Desain kepada Publik


FASAD MASJID di Sidoarjo yang Andy Rahman rancang dengan batu bata custom berdesain Lego. Kenyamanan beribadah jemaah menjadi prioritas.--Instagram/@ahmadsulaimanc45

Dua tahun kemudian, barulah lahir batu bata custom ala Andy. Tidak mudah untuk menghasilkan rancangan khas tersebut. Pendiri Andyrahman Architect itu harus mengalami jatuh bangun lebih dulu. Mulanya, tidak ada perajin yang mau berkolaborasi dengannya.

"Kami terus mendatangi berbagai tempat dan menawarkan kolaborasi. Saya katakan tidak masalah kalau harus membayar batu bata Anda dengan harga mahal karena ada biaya riset cetakan. Namun, tetap saja, belum ada yang berminat," ucapnya mengenang kisah awal perjuangannya. 

Buah usahanya baru diakui pada 2018. Itu setelah ia menggarap proyek Omah Boto. Konsep rumahnya mengusung bahan material batu bata secara penuh. Mulai dari lantai, dinding, hingga plafon. Kliennya setuju dengan konsep yang Andy ajukan. Maka, ia dan tim langsung bekerja. 

Sayangnya, belum ada vendor yang berani bekerja sama dengannya. Andy pun menempuh langkah ekstrem, yakni meng-custom sendiri batu bata yang ada di pasaran. "Akhirnya, 25 ribu batu bata kami bor satu per satu secara manual. Bagaimana lagi, klien sudah telanjur suka dengan desain kami," tambahnya.

BACA JUGA:Boathouse Beratap Ilalang di Suffolk, Padukan Arsitektur Tradisional dan Tahan Banjir

BACA JUGA:Lengkung dan Warna Berani Ubah Rumah di Mumbai Jadi Instalasi Arsitektur yang Artistik


SUSUNAN BATA Andy Rahman untuk rumah kos di kawasan Keputih, Surabaya. Banyak celah agar udara bisa bersirkulasi dengan bebas.--Instagram/@arsilokal

Setelah proyek Omah Boto selesai, ia dan tim mempublikasikannya dalam bentuk buku. Saat itulah momentumnya tiba. Proyek yang Andy kerjakan susah payah itu diganjar penghargaan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jatim Awards 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: