Prabowo Perintahkan Pertamina dan PLN Pangkas Anak Cucu Perusahaan
Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam acara peluncuran buku Bahlil Lahadalia di Jakarta--YouTube Presiden
HARIAN DISWAY – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran BUMN, termasuk Pertamina dan PLN, untuk mengurangi lapisan organisasi serta anak dan cucu perusahaan. Langkah tersebut ditujukan untuk membuat pengambilan keputusan lebih cepat dan menjaga efisiensi perusahaan negara.
Arahan itu disampaikan Prabowo saat menerima sejumlah menteri dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon A. Mantiri di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu, 9 Agustus 2026.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan penyederhanaan struktur menjadi salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
“Dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo juga memerintahkan pengurangan layer-layer dan anak cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya,” tulis Teddy dalam keterangannya.
BACA JUGA:Bertemu Prabowo, Dirut Pertamina Siapkan Infrastruktur untuk Impementasi B50 dan Bioetanol
Arahan itu ditujukan untuk mempercepat pengambilan keputusan sekaligus meningkatkan produktivitas BUMN.
Penyederhanaan tersebut juga diarahkan agar BUMN dapat bekerja lebih lincah dan produktif. Efisiensi perusahaan menjadi hal lain yang ingin dijaga melalui pemangkasan struktur.
“Pemangkasan ditujukan agar pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, produktivitas lebih meningkat, dan efisiensi seluruh BUMN lebih terjaga,” ujar Teddy.
Dalam pertemuan yang sama, Prabowo juga menerima laporan mengenai perkembangan sektor energi. Simon melaporkan perkembangan Program Mandatori B50 atau biodiesel 50 persen.
BACA JUGA:Presiden Prabowo Luncurkan B50, Hentikan Impor Solar, dan Kunci Devisa Rp170 Triliun
Program B50 sebelumnya telah diluncurkan Prabowo pada Juli 2026. Pemerintah menjalankan program tersebut sebagai salah satu upaya meningkatkan pemanfaatan sumber energi dalam negeri.
Tak hanya B50, Simon turut melaporkan kesiapan infrastruktur untuk tahapan persiapan mandatori bioetanol yang tengah dilakukan pemerintah.
“Dirut Pertamina melaporkan kemajuan dari Program Mandatori B50 yang telah diluncurkan Presiden Prabowo bulan Juli lalu serta kesiapan infrastruktur dalam tahapan persiapan mandatori bioetanol oleh Pemerintah,” kata Teddy.(*)
*) Mahasiswa Magang Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unesa
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: