Pandemi Tak Punya Kalender

Pandemi Tak Punya Kalender

ILUSTRASI Pandemi Tak Punya Kalender.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Meskipun hingga saat ini kasus infeksi pada manusia masih relatif terbatas dan penularan antarmanusia secara berkelanjutan belum terbukti, meningkatnya persebaran virus pada unggas serta ditemukannya infeksi pada berbagai spesies mamalia menimbulkan kekhawatiran bahwa virus tersebut dapat mengalami adaptasi atau mutasi yang meningkatkan kemampuan transmisinya pada manusia. 

Selain H5N1, sejumlah patogen berisiko tinggi seperti virus MERS, zika, dan ebola masih menghadapi keterbatasan dalam ketersediaan vaksin maupun terapi yang efektif. Di sisi lain, sistem surveilans dan mekanisme deteksi dini di berbagai negara belum sepenuhnya mampu mengidentifikasi ancaman pandemi baru secara cepat dan terintegrasi. 

Kondisi itu menegaskan pentingnya penyusunan pedoman kesiapsiagaan pandemi yang komprehensif, berbasis bukti ilmiah, serta didukung oleh penguatan surveilans, kapasitas laboratorium, pengembangan vaksin dan diagnostik, serta koordinasi lintas sektor untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman pandemi di masa depan.

Pandemi bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan ancaman nyata yang dapat muncul kapan saja akibat interaksi yang kompleks antara manusia, hewan, dan lingkungan. Oleh karena itu, investasi dalam kesiapsiagaan pandemi (pandemic preparadness) harus dipandang sebagai bagian dari pembangunan kesehatan yang berkelanjutan. 

Dengan memperkuat sistem surveilans, inovasi ilmiah, kapasitas sumber daya, dan kerja sama global, dunia akan memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi pandemi berikutnya serta melindungi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Semoga! (*)

&) Laura Navika Yamani adalah ketua Research Center on Global Emerging and Re-emerging Infectious Diseases (RC-GERID) dan sekretaris Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga (ITD Unair).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: