Kemerdekaan dalam Cahaya Kelahiran sang Pembebas
ILUSTRASI Kemerdekaan dalam Cahaya Kelahiran sang Pembebas.-Freepik-
Lima dasar negara itu pun sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW: beriman kepada Allah, memanusiakan manusia, bersatu, bermusyawarah, dan menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat.
Ajaran Nabi Muhammad SAW: Kemerdekaan Adalah Hak Setiap Manusia
Seluruh perjalanan hidup dan ajaran Nabi Muhammad SAW adalah perjuangan menegakkan kemerdekaan. Beliau diutus untuk membebaskan manusia dari perbudakan manusia kepada manusia, mengembalikan kemerdekaan sejati: hanya tunduk kepada Allah SWT semata.
Dalam khotbah perpisahan, beliau bersabda:
”Semua manusia itu setara seperti gigi sisir. Tidak ada kelebihan orang Arab atas orang non-Arab, kecuali karena ketakwaannya.”
Dengan satu sabda itu, beliau meruntuhkan tembok perbudakan, diskriminasi, dan penguasaan atas manusia. Kemerdekaan bukan pemberian penguasa.
Kemerdekaan adalah hak yang ditetapkan Allah sejak manusia lahir. Maka, setiap bangsa berhak merdeka dan setiap penjajahan adalah pelanggaran terhadap hak yang ditetapkan Allah.
81 Tahun Merdeka: Rahmat Allah Terbukti, Keinginan Luhur Terwujud
Kini, setelah 81 tahun berlalu sejak kemerdekaan diproklamasikan, kita makin menyadari kebenaran kalimat Pembukaan UUD 1945 itu. Kemerdekaan Indonesia bukan lahir semata-mata karena kekuatan senjata atau strategi perang.
Kemerdekaan itu lahir atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, yang meridai perjuangan rakyat yang memiliki keinginan luhur untuk hidup bebas, merdeka, dan berkeadilan.
Delapan puluh satu tahun bangsa ini berdiri. Itu adalah bukti nyata bahwa Allah meridai kemerdekaan ini, karena lahir dari keinginan luhur rakyat yang ingin hidup bebas dari penjajahan, bebas dari penindasan, dan bersatu dalam keadilan.
Sesuai dengan pesan kelahiran Nabi Muhammad SAW: bahwa bangsa yang membebaskan diri dari perbudakan dan menegakkan keadilan senantiasa dilindungi oleh rahmat Allah.
Jaga Amanah Rahmat Allah dan Lestarikan Keinginan Luhur
Jika pada hari kelahiran Nabi Muhammad SAW Allah memerintahkan pembebasan perbudakan, dan jika Pembukaan UUD 1945 menyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan didorongkan oleh keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, tugas kita kini sangat jelas:
Jangan sia-siakan rahmat Allah. Jangan biarkan kemerdekaan yang lahir dari kehendak Allah ternoda oleh ketidakadilan, penindasan, atau perpecahan. Dan, jangan pernah padamkan keinginan luhur itu: untuk terus berjuang mewujudkan kehidupan berbangsa yang benar-benar merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur, sebagaimana dicitakan para pendiri bangsa dan diajarkan oleh Nabi Besar Muhammad SAW.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: