China Plus One

China Plus One

ILUSTRASI China Plus One.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Karakteristik kedua, penetapan lokasi +1 kini ditentukan oleh pertimbangan kestabilan peraturan, keandalan infrastruktur, ketersediaan energi, kemudahan kepabeanan, dan integrasi sistem digital. Bukan lagi karena upah buruh yang murah.

Karakteristik ketiga, konfigurasi pasokan sifatnya multi-hub regional yang terikat oleh perjanjian dagang regional.

Sesungguhnyalah negara-negara +1 dapat mengambil manfaat dari keberadaan China plus one itu. Bahkan, ada alternatif cara yang dianggap efektif untuk mengoptimalkan kemanfaatan yang bisa diraih negara-negara +1.

Cara itu adalah membangun ekosistem industri pendukung dan mengintegrasikan rantai pasok lokal. Dalam hal ini, negara +1 tak hanya menyediakan lahan dan buruh. Tapi, juga mengembangkan pemasok lokal. Agar tak perlu mengimpor 100 persen bahan baku dari Tiongkok. 

Cara efektif lain adalah peningkatan trade facilitation. Dalam hal ini, efisiensi waktu di pelabuhan, kemudahan prosedur bea cukai, dan infrastruktur energi yang stabil menjadi penentu utama agar biaya transaksi logistik dapat bersaing.

Cara selanjutnya adalah harmonisasi regulasi, insentif pajak, dan free trade agreement. Dalam hal ini adalah memanfaatkan skema free trade agreement regional. Juga, memberikan kepastian hukum dan insentif investasi terarah agar produk manufaktur yang dihasilkan di negara +1 itu berhak atas tarif preferensial di pasar global.

Tentu juga ada potensi risiko buruk bagi negara-negara +1 atas keberadaan China plus one. Terutama jika negara +1 hanya dimanfaatkan sebagai tempat re-labeling. Atau, sekadar perakitan akhir dari komponen korporasi Tiongkok tanpa ada transfer teknologi dan tanpa kandungan lokal yang signifikan. 

Jika seperti itu kondisinya, negara +1 berisiko terkena sanksi penghindaran tarif. Atau, terjebak menjadi industri manufaktur bernilai tambah rendah, dan tanpa dampak ekonomi jangka panjang yang positif bagi industri domestik.

Hingga di sini, dapat disimpulkan, China plus one adalah diversifikasi risiko bagi korporasi industri Tiongkok. Dan, menunjukkan fragmentasi geoekonomi dunia. Sekaligus peluang industrial upgrading bagi negara penerima. 

Betapa pun, hanya negara-negara yang memiliki industrial policy, human capital yang kapabel, institusi yang memadai, dan infrastruktur mencukupi yang akan mampu mengubah plus one menjadi plus value. Nah! (*)

*) Haryadi adalah dosen FISIP, Unair, dan penasihat senior Lab45.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: