Ketika Persepsi Menjadi Tantangan Profesional: Antara Validasi, Integritas, dan Konsistensi
ILUSTRASI Ketika Persepsi Menjadi Tantangan Profesional: Antara Validasi, Integritas, dan Konsistensi.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Kita dapat mengendalikan kejujuran, perilaku, cara menyampaikan klarifikasi, serta kesediaan untuk mengakui dan memperbaiki kesalahan. Namun, kita tidak pernah sepenuhnya dapat mengendalikan bagaimana orang lain menafsirkan diri dan tindakan kita.
Karena itu, kedewasaan dalam menghadapi konflik tidak terletak pada kemampuan membuat semua orang setuju dengan kita, tetapi pada kemampuan mengetahui kapan harus menerima kritik, kapan perlu memberikan penjelasan, kapan harus membela diri, dan kapan harus berhenti mengejar validasi.
Tidak semua orang harus menyukai atau memahami kita. Yang lebih penting adalah memastikan bahwa kita tetap mampu mengevaluasi diri, bertanggung jawab atas tindakan, dan menjaga konsistensi dalam perilaku.
Sebab, pada akhirnya, kita tidak selalu dapat mengendalikan apa yang orang katakan tentang kita. Namun, kita selalu memiliki kendali atas siapa diri kita ketika mereka mengatakannya. (*)
*) Ghifary Mahindisyah adalah direktur PT Produksi Tanpa Batas dan independent business consultants and strategist.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: