AFC dan Qatar Ribut Gara-Gara Bos FIFA Gianni Infantino, Ada Apa?
Gianni Infantino sebut pengkritik Piala Dunia 2026 dipenuhi kebencian dan abaikan persatuan fans.-Carl Recine-Getty Images
Pada awal Agustus, Qatar bersama lima asosiasi sepak bola Arab lainnya menyatakan dukungan terhadap Presiden FIFA tersebut di tengah meningkatnya tekanan terhadap kepemimpinannya. Sikap itu membuat posisi Qatar semakin berbeda dengan AFC. Infantino memang sedang menghadapi tekanan besar.
Masalah bermula dari proposal FIFA untuk membentuk perusahaan senilai sekitar USD 20 miliar atau sekitar Rp357,3 triliun yang akan mengelola hak komersial sejumlah kompetisi FIFA.
Rencana tersebut mencakup penjualan sekitar 20 persen kepemilikan kepada investor swasta dan diproyeksikan menghasilkan sekitar USD 4,2 miliar atau senilai Rp75 triliun untuk pengembangan sepak bola. Proposal tersebut justru memicu penolakan. UEFA, AFC, dan CONCACAF kemudian mengambil sikap keras terhadap langkah tersebut.
Ketiga konfederasi menilai keputusan sebesar itu seharusnya tidak dilakukan tanpa konsultasi yang memadai dengan konfederasi dan pemangku kepentingan sepak bola lainnya.
BACA JUGA:FIFA Kaji Dugaan Pelanggaran Argentina, dari Spanduk Falkland hingga Kericuhan Final
BACA JUGA:FIFA Selidiki Kericuhan Final Piala Dunia 2026, Gavi Malah Minta Argentina Tak Dihukum
Infantino akhirnya membatalkan rencana investasi tersebut. Namun, persoalan tidak ikut berakhir. Tekanan terhadapnya justru semakin besar menjelang pemilihan Presiden FIFA 2027.
Bahkan, organisasi FairSquare telah meminta FIFA mempertimbangkan kelayakan Infantino untuk kembali mencalonkan diri karena persoalan batas masa jabatan.
Situasi ini membuat pertarungan politik sepak bola dunia semakin menarik untuk diperhatikan. Di satu sisi, Infantino masih memperoleh dukungan dari sejumlah federasi nasional dan konfederasi.
Di sisi lain, UEFA, AFC, dan CONCACAF telah menunjukkan sikap kritis terhadap kepemimpinannya.Kini, perselisihan AFC dan Qatar menambah satu lapisan baru dalam krisis tersebut.
Yang dipertaruhkan, siapa yang sebenarnya memiliki kendali atas arah sepak bola dunia? Dan ketika pertanyaan itu mulai terbuka ke publik, posisi Gianni Infantino jelas semakin berada di bawah sorotan.(*)
*)Mahasiswa Magang Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unesa
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: reuters