Dampak Pabrik VinFast Subang: Serap Tenaga Kerja Indonesia dan Bangun Ekosistem EV
Foto udara pabrik VinFast di Subang, Jawa Barat, Indonesia.-VinFast-VinFast
HARIAN DISWAY - Dennis Ramdan Nugraha kini bisa lebih sering sarapan bersama keluarganya. Sebelumnya, insinyur asal Indonesia itu harus menghabiskan banyak waktu jauh dari rumah karena pekerjaan. Ketika VinFast membuka pabrik perakitan di Subang, Jawa Barat, Dennis mendapat kesempatan untuk melanjutkan karier tanpa harus meninggalkan keluarga.
Cerita Dennis menunjukkan sisi lain dari pertumbuhan industri kendaraan listrik. Selama ini, persaingan mobil listrik lebih sering dihitung dari jumlah pabrik, kapasitas produksi, angka penjualan, jarak tempuh, atau harga baterai. Di balik angka-angka tersebut ada tenaga kerja yang mendapat kesempatan baru, keluarga yang lebih dekat, dan usaha-usaha yang ikut tumbuh di sekitar industri.
VinFast sedang membangun model seperti itu. Perusahaan asal Vietnam tersebut memperluas manufakturnya dari Vietnam ke Tamil Nadu, India, dan Subang, Indonesia. Perusahaan afiliasinya, Green SM, juga membuka peluang bagi pengemudi kendaraan listrik profesional di sejumlah negara Asia Tenggara.
Ide tersebut menjadi bagian dari dokumenter Driven by Dreams yang mengikuti cerita karyawan, mitra, dan pengemudi VinFast di Vietnam, India, dan Indonesia. Cerita mereka memperlihatkan bagaimana kehadiran sebuah industri dapat bersentuhan langsung dengan kehidupan orang yang bekerja di dalamnya.
BACA JUGA:VinFast Hadirkan Kalkulator TCO di Pasar Asia, Solusi Cerdas Hitung Total Biaya Kepemilikan EV
BACA JUGA:GIIAS 2026: VinFast Gandeng Danamon Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia
Dari Mimpi Menjadi Pekerjaan
VinFast belum genap satu dekade memasuki industri otomotif. Perusahaan itu berkembang menjadi produsen kendaraan terbesar di Vietnam dan kemudian mulai memperluas kegiatan manufakturnya ke negara lain.
Perusahaan tersebut didukung Vingroup, salah satu konglomerasi swasta terbesar di Vietnam, dan didirikan Pham Nhat Vuong. Dari Vietnam, ekspansinya kini sampai ke Tamil Nadu, India, serta Subang, Jawa Barat.
Pabrik-pabrik tersebut membutuhkan tenaga kerja lokal. Kebutuhannya juga tidak berhenti pada pekerja yang merakit kendaraan. Ada insinyur, tenaga pemeriksa kualitas, staf HR, logistik, pemeliharaan, pemasok komponen, sampai berbagai pekerjaan yang muncul setelah kendaraan mulai digunakan.
Sarah Ainun Majid masuk ke ekosistem tersebut dari balik kemudi. Ia bekerja sebagai pengemudi Green SM di Indonesia dan melihat pekerjaannya sebagai jalan untuk mendapatkan kemandirian sekaligus tetap menjalankan perannya sebagai ibu.
“Dulu saya seorang ibu rumah tangga,” ujar Sarah. “Sekarang saya bisa dengan percaya diri menjalankan kedua peran tersebut: sebagai seorang ibu dan seorang wanita pekerja,” lanjutnya.
Cerita serupa datang dari India. Jemima bekerja sebagai staf HR yang membantu VinFast menyiapkan tenaga kerja untuk pusat manufakturnya di Tamil Nadu. Pekerjaan itu membawanya kembali ke bidang profesional yang sempat ia tinggalkan setelah menjadi ibu.
“Saat saya mendapatkan pekerjaan di sini sebagai staf HR, saya sangat senang karena akhirnya bisa menjalani pekerjaan yang sesuai dengan bidang utama saya,” katanya. “Saya mandiri secara finansial. Saya mengurus anak saya sendiri dan tidak bergantung pada siapa pun. Pekerjaan ini juga membantu saya menabung untuk masa depan,” lanjutnya.
BACA JUGA:First Drive VinFast VF MPV 7: Menakar Standar Baru Kenyamanan Mobil Listrik Keluarga
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: