UM Dampingi UMKM Keripik Tempe Rohani Kembangkan Tepung Tempe dan Smart Packaging
Pendampingan dimulai dengan observasi langsung ke rumah produksi-Universitas Negeri Malang-
Konsumen juga dapat memberikan penilaian terhadap produk melalui kuesioner kepuasan. Selain itu, konsumen memperoleh kesempatan mengikuti undian melalui sistem yang terintegrasi dengan kemasan.
Teknologi pengemasan tersebut turut meningkatkan umur simpan produk dari sekitar 60 hari menjadi 95 hari tanpa tambahan bahan pengawet.
BACA JUGA:Membangun Universitas Kedokteran Masa Depan: Belajar Global, Menjawab Kebutuhan Indonesia
UMKM Keripik Tempe Rohani sendiri telah memiliki jaringan pemasaran cukup luas melalui gerai luring, reseller, konsinyasi, dan kanal daring. Produknya bahkan telah menjangkau pasar Taiwan dan Hong Kong.
Namun, diversifikasi produk dinilai penting agar usaha tidak hanya bergantung pada keripik tempe.
Tim pengabdian UM juga memberikan pendampingan pemasaran, mulai dari pembuatan konten promosi, pemanfaatan media sosial dan website, mengikuti pameran, hingga memperluas jaringan reseller.
Ke depan, UM mendorong mitra mengembangkan pemasaran tepung tempe, keripik, serta produk olahan lainnya melalui kanal daring dan luring.
Panduan produksi juga disiapkan agar UMKM dapat menjaga konsistensi kualitas dan melanjutkan inovasi secara mandiri setelah program pendampingan berakhir. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: