Spesies Ular Baru di Papua Dinamai Slash Guns N’ Roses
Slash’s groundsnake, ‘Lielaphis slashi,’ spesies ular baru yang ditemukan di hutan Papua.-Chris Austin-Popular Science
Lielaphis slashi memiliki panjang sekitar 28 inci atau sekitar 71 sentimeter dan berwarna cokelat kemerahan. Ular tersebut ditemukan di hutan Papua, pulau terbesar kedua di dunia setelah Greenland.
Papua terbagi antara Indonesia dan Papua Nugini. Hutan tropis yang lebat di kawasan tersebut memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Tetapi masih banyak bagian yang belum diteliti secara mendalam.
Saat melakukan penelitian lapangan malam hari pada 2006, Chris Austin, salah seorang penulis penelitian sekaligus herpetolog Louisiana State University, menemukan seekor ular yang belum dikenalnya.
BACA JUGA:Vaquita, Spesies Lumba-lumba Terkecil Dunia yang Tinggal 10 Ekor
BACA JUGA:Spesies Katak Emas Punah, Alex Grillo dan Gayam 16 Pentaskan Legenda Godogan
"Ular tanah New Guinea ini aktif pada malam hari. Mereka biasanya ditemukan ketika sedang mencari makanan di sekitar pangkal pohon besar," ujar Austin.
Setelah menyelesaikan gelar doktor pada 2016, Ruane bekerja bersama Austin di LSU. Keduanya kemudian berkolaborasi meneliti ular Papua. Bahkan sampai sekarang.
Dari penampilan fisiknya saja, para peneliti awalnya belum dapat memastikan bahwa ular tersebut merupakan spesies baru. Analisis laboratorium kemudian menunjukkan adanya perbedaan penting pada reptil tersebut.
"Dengan menggunakan beberapa analisis genetik mutakhir, kami menemukan bahwa L. slashi berbeda secara genetik dari ular lain yang serupa dalam genus yang sama," kata Tianqi Huang, salah seorang penulis penelitian sekaligus peneliti pascadoktoral di Field Museum.
BACA JUGA:Peneliti Temukan Spesies Dinosaurus Baru, 5 Kali Lebih Besar dari T-Rex
BACA JUGA:Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional: 5 Cara Sederhana Melestarikan Puspa dan Satwa
Menurut Huang, terdapat perbedaan terkaif kombinasi karakteristik fisik, termasuk jumlah sisik, dan bukti genetik.
Itu membuat tim menyimpulkan bahwa ular tersebut merupakan spesies baru. Tim juga menggunakan pemodelan ekologi.
Guna menunjukkan bahwa habitat yang disukai L. slashi berbeda dari ular sejenis. Para peneliti masih memiliki banyak hal untuk dipelajari mengenai Slash’s groundsnake.
Ular tersebut sulit diamati di alam liar dan dapat bergerak pergi tanpa terdeteksi. Namun, anatominya memberikan sejumlah petunjuk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: popular science