Flores Terus Diguncang Gempa Susulan, Terbaru M5,1 Pada Sabtu Pagi

Flores Terus Diguncang Gempa Susulan, Terbaru M5,1 Pada Sabtu Pagi

Personel BPBD Kabupaten Ende bersama Babinsa dan Kepala Desa Jegharangga, meninjau salah satu rumah yang mengalami kerusakan di bagian dinding rumah akibat gempa M 7,7 di Desa Jegharangga, Kecamatan Nagapanda, Nusa Tenggara Barat, Jumat, 21 Agustus-BNPB-

HARIAN DISWAY - Wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus diguncang gempa susulan (aftershock). Terbaru, gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo M5,1 mengguncang pada Sabtu, 22 Agustus 2026 pukul 08:31:01 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa guncangan tersebut tidak berpotensi memicu tsunami.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc., menjelaskan bahwa episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,07° LS dan 120,66° BT. Pusat gempa berada di laut pada jarak 64 kilometer arah timur laut Ruteng, Manggarai, NTT, dengan kedalaman 16 kilometer.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust," kata Wijayanto pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

BACA JUGA:56 SPBU di Flores Kembali Beroperasi Pascagempa, Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG Aman

BACA JUGA:Bonek Terjun Langsung Bantu Korban Gempa NTT, Aksi Kemanusiaan dari BDRT 27!

Ia menambahkan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa ini dirasakan hingga skala intensitas IV MMI (Modified Mercalli Intensity) di wilayah Lamba Leda (Manggarai Timur), Sambi Rampas (Manggarai Timur), dan Reok (Manggarai).

Skala IV MMI mengindikasikan guncangan dirasakan oleh orang banyak dalam rumah apabila terjadi pada siang hari.

Peristiwa ini merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan (aftershock) dari gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 15 Agustus 2026 pukul 05:58:23 WIB. Monitoring BMKG mencatat frekuensi aktivitas seismik yang tinggi pascagempa utama tersebut.

BACA JUGA:Gempa Susulan NTT Capai 3.752 Kali, BNPB Catat 75 Orang Meninggal dan 92.735 Orang Mengungsi

"Hingga tanggal 22 Agustus 2026, pukul 08.00.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 5089 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M6,2," ungkap Wijayanto.

BMKG menyatakan akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.

Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: