Carut Marut SPMB Jalur Mandiri: Fenomena Gunung Es Unsoed
Carut Marut SPMB Jalur Mandiri : Kasus Korupsi Unsoed dampak dari Kebijakan Pemerintah PTNBH Fenomena keserakahan PTN tinggal tunggu PTS tutup.-Nano Banana 2-Nano Banana 2
Oknum di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto - Unsoed diduga jual-beli kursi SNBT. Dan sekitar bulan Juli 2026 yang lalu kita ribut lagi soal SPMB Jalur Mandiri: mahal, jadwal tabrakan, tidak transparan.
Ada 2 kasus dan 1 benang merah: kekosongan pengawasan di sistem penerimaan mahasiswa baru PTN.
Flashback: Kasus Unsoed, Gunung Es yang Pecah April 2026
Kejaksaan Negeri Banyumas menetapkan 3 tersangka dari internal Unsoed. Modusnya klasik: menjanjikan kelulusan SNBT dengan mahar Rp80 juta - Rp150 juta per kursi. Korban puluhan orang tua.
Rektorat Unsoed langsung copot jabatan dan kooperatif dengan hukum, itu cocok. Tapi ini tamparan keras. Kalau di SNBT yang sistemnya sentral, komputer, dan diawasi LTMPT saja dapat bocor, bagaimana dengan Jalur Mandiri yang 100% dikelola kampus sendiri...
Kasus Unsoed membuktikan 1 hal: Selama ada celah, selama ada uang besar, maka akan ada yang main.
BACA JUGA:KPK Sita Rp764 Juta dalam Kasus Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Unsoed
BACA JUGA:Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta, Beli 3 Tanah Lewat Keponakan
Kenapa Jalur Mandiri Rawan Jadi Ladang Baru
Lihat fakta SPMB Mandiri 2026:
- Uang Besar: Biaya tes Rp500 ribu - 1 juta. Uang pangkal FK/FT bisa Rp100-200 juta. Perputaran uang 1 PTN bisa Rp50 Miliar/tahun.
- Otonomi Penuh: Soal, kunci jawaban, panitia, pengumuman. Semua di tangan kampus. Tidak ada CCTV dari Kemenristekdikti
- Transparansi Nol: Tidak ada yang tau kuota, passing grade, siapa yang lulus kenapa. Kotak hitam.
Kombinasi 3 ini: resep korupsi.
Kalau di Unsoed oknum main di SNBT, sangat mungkin di PTN lain oknum main di Mandiri. Bedanya: di Mandiri lebih mudah menutupi karena memang tidak diaudit.
Korbannya Tetap Sama: Rakyat Kecil
Kasus Unsoed korbannya orang tua yang ditipu makelar internal. Di jalur mandiri korbannya orang tua yang dipaksa bayar mahal karena tidak ada pilihan lain.
Sama-sama tidak adil. Sama-sama melukai asas pendidikan sebagai hak, tidak komoditas. Data LTMPT: 30% kursi PTN ada di jalur mandiri. Artinya hampir 1/3 gerbang PTN tidak lewat sistem nasional. Kalau 1 pintu saja bisa bobol seperti Unsoed, bagaimana dengan 30 pintu ini…
BACA JUGA:Rektor dan Wakil Rektor Unsoed Tersangka, KPK Ungkap Dugaan Pemerasan Ortu Camaba Rp650 Juta
BACA JUGA:Korupsi Jalur Mandiri Maba FK Unsoed, MAKI Sarankan Pemerintah Hentikan Seleksi Mandiri PTN
Solusi: Jangan Tunggu Ada Unsoed Jilid 2
Kita tidak bisa hanya pecat dan proses hukum. Harus benahi sistemnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: