Sony dan Strategi Game Live Service, Tinggalkan Biaya Mahal
Horizon Hunters Gathering dilaporkan telah menghapus elemen layanan langsungnya.-Guerilla/PlayStation Publishing-gamesindustry.biz
HARIAN DISWAY - Sony Interactive Entertainment menghadapi konsekuensi besar dari strategi agresifnya mengejar pasar game live service.
Terdapat beberapa kerugian dari perubahan arah tersebut. Tidak hanya dihitung dari uang yang telah dikeluarkan.
Tetapi juga kesempatan yang hilang bagi sejumlah studio besar untuk menghasilkan game utama selama era PlayStation 5.
Selama hampir satu dekade terakhir, industri game dilanda ambisi besar untuk menciptakan kesuksesan seperti Fortnite.
BACA JUGA:PlayStation Diboikot Fans Selama Sepekan, Protes Karena Sony Hapus Game Fisik Mulai 2028
BACA JUGA:Sony Umumkan Game PS Plus Juni 2026, Grounded dan Warhammer 40K Darktide Bisa Dimainkan Gratis!
Banyak perusahaan percaya bahwa satu game live service yang sukses dapat menghasilkan keuntungan besar. Pun, mampu menutup biaya dari sejumlah proyek lain yang gagal.

Game Horizon Hunters Gathering yang dikembangkan oleh Guerrilla Games.-Guerilla/PlayStation Publishing-gamesindustry.biz
Namun, kenyataannya tidak semudah itu. Tingkat keberhasilan game live service ternyata jauh lebih rendah dari perkiraan.
Pasar juga memiliki keterbatasan dalam menampung banyak judul besar. Judul yang membutuhkan pemain aktif secara terus-menerus.
Mengelola game live service juga membutuhkan kemampuan yang berbeda. Pengembang tidak hanya harus membuat permainan yang menarik.
BACA JUGA:Sony Gelar State of Play pada 2 Juni 2026, Wolverine hingga Bloodborne Remake Dirumorkan Muncul
BACA JUGA:Hogwarts Legacy 2 Dirumorkan Diumumkan di State of Play Sony, 3 Juni 2026
Tetapi juga harus terus menyediakan konten, menjaga komunitas, dan menemukan keseimbangan antara menghasilkan uang serta mempertahankan kepercayaan pemain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: gamesindustry.biz