Tanggapi Isu Intervensi, Gus Yahya Yakin PWNU dan PCNU Berintegritas, Tak Mudah Diiming-Imingi Uang
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat memberikan keterangan pers terkait integritas pengurus wilayah dan cabang di Muktamar ke-35 NU, Jombang.--
HARIAN DISWAY - KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meyakini pengurus wilayah (PW) dan pengurus cabang (PC) NU yang kini tengah berkumpul di Jombang untuk merumuskan masa depan NU memilik integritas tinggi.
Dengan integritas itu, Yahya yakin mereka tidak mudah dipengaruhi kepentingan pragmatis jelang pemilihan Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35 NU.
Hal itu disampaikan Gus Yahya saat ditemui di venue Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jumat, 28 Agustus.
Ditanya soal statusnya sebagai salah satu calon petahana terkuat Ketua Umum PBNU dan dugaan adanya intervensi terhadap pihak-pihak yang masuk dalam bursa calon, Gus Yahya menjawab bahwa PW dan PC NU adalah kader-kader berintegritas tinggi yang akan tetap berpegang pada idealisme organisasi.
"Ya, intervensi atau tidak, saya kira PW dan PC ini adalah kader-kader yang memiliki integritas yang tinggi. Sehingga mereka tidak mudah dipengaruhi dengan hal-hal yang pragmatis dan mereka akan setia kepada apa namanya? Idealisme organisasi untuk mencari apa yang terbaik bagi Nahdlatul Ulama ini," kata Gus Yahya.
BACA JUGA:Gus Yahya Berharap Prabowo Dua Periode, Kembali Buka Muktamar NU 2031 Sebagai Presiden
Gus Yahya menilai Muktamar ke-35 NU memiliki posisi strategis karena menjadi muktamar pertama NU pada abad kedua, sehingga keputusan yang dihasilkan dalam forum tersebut akan menentukan arah perjalanan organisasi ke depan.
"Karena ini adalah muktamar yang sangat strategis, sangat istimewa, muktamar pertama di abad kedua. Sehingga apapun yang menjadi keputusan muktamar ini akan menentukan bagaimana titik tolak Nahdlatul Ulama mengarungi abad kedua ini," katanya.
"Saya yakin PW dan PC memiliki kesadaran kuat tentang hal itu dan mereka tidak akan mudah dibujuk atau dipengaruhi dengan hal-hal yang bersifat pragmatis," tegasnya.
BACA JUGA:Prabowo Tagih Kartu Anggota NU ke Gus Yahya: Masih Utang Sama Saya
BACA JUGA:Prabowo di Muktamar NU: Saya Tidak Mengatur Ini Semua
Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya juga menyampaikan bahwa laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan PBNU selama lima tahun terakhir hampir mencapai 1.000 halaman, seiring padatnya kegiatan dan tercapainya sebagian besar target yang diamanatkan Muktamar ke-34 NU di Lampung tahun 2021 lalu.
Ia menyebut para muktamirin (sebutan untuk peserta muktamar) yang terdiri dari PW, dan PC turut merasakan capaian tersebut, dan optimistis LPJ tersebut akan diterima dalam muktamar.
"LPJ kita hampir 1.000 halaman beberapa hari ini. Memang karena kegiatan memang sangat padat selama 5 tahun ini. Dan target-target yang diamanatkan oleh Muktamar ke-34 di Lampung juga hampir sepenuhnya terpenuhi. Saya kira enggak ada alasan menolaknya," ujar Gus Yahya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: