Pendekar Tunggal

Pendekar Tunggal

ILUSTRASI Pendekar Tunggal.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

SUDAH LAMA saya ngempet menulis ini. Soal relasi personal antara Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dan Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya. Dua kawan lama itu baru saja berseberangan dalam Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Padahal, di Muktamar Ke-34 NU di Lampung, Gus Ipul menjadi salah seorang pendekar lapangan yang memenangkan Gus Yahya. Waktu itu mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid tersebut didukung dua pendekar muktamar. Selain Gus Ipul, ada Nusron Wahid, politikus Partai Golkar.

”Pendekar dari muktamar ke muktamar ini ya Gus Ipul dan Nusron Wahid,” kata Gus Yahya seusai terpilih menjadi ketua umum PBNU menggantikan KH Said Aqil Siroj.

Gus Yahya sebelumnya adalah katib aam Syuriah PBNU. Ia punya jaringan pesantren, pergaulan internasional, dan nama besar keluarga. Namun, ia masih butuh pendekar-pendekar lapangan yang piawai dalam membaca peta, menggalang dukungan, dan mengendalikan keadaan.

BACA JUGA:Muktamar Ke-35 NU Memanas, Gus Ipul Sebut Ketegangan sebagai ‘Pernik-pernik’

BACA JUGA:Gus Ipul Adukan Media Siber ke Dewan Pers, Somasi Hamzah Sahal

Sayang, kebersamaan mereka bertiga tidak berlangsung lama. Di tengah jalan Nusron Wahid digeser dari posisinya sebagai wakil ketua umum PBNU. Sejak itu, lokomotif PBNU tinggal dikendalikan berdua: Gus Yahya dan Gus Ipul. 

Gus Yahya sangat percaya kepada Gus Ipul. Hampir semua urusan teknis, ia pasrah bongkokan kepada mantan ketua umum GP Ansor itu. Keduanya memang bersahabat dan saling mengisi sejak muda. Mereka sama-sama pernah tumbuh dalam orbit politik dan pemikiran Gus Dur.

Ketika keduanya mulai berjalan ke arah berbeda secara terbuka, saya pernah berusaha menyambungkannya. Ada masa di setiap Jumat saya datang ke Kramat Raya dan Salemba. Kramat merupakan kantor Gus Yahya, sedangkan Salemba kantor Kementerian Sosial. Jumatan dan makan siang di Kramat, lalu ngopi di Salemba.

Mesakno Gus Yahya berjalan sendiri. Menurut Sampean, apa yang bisa saya bantu untuk dia?” kata saya ketika bertemu Gus Ipul di kantornya.

BACA JUGA:Gus Ipul Targetkan 97 Gedung Sekolah Rakyat Tuntas Pada Juli 2026

BACA JUGA:Mensos Gus Ipul Buka Suara soal Wacana Soeharto Diangkat Jadi Pahlawan Nasional

Gak usah. Ini ujian untuk Gus Yahya,” jawab Gus Ipul dengan tenang.

”Sejak dulu Gus Ipul polanya kan selalu seperti itu,” ujar Gus Yahya ketika saya menemuinya di kesempatan lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: