Gus Kikin, Ruh Qanun Asasi, dan Penguatan Anak Ranting NU
ILUSTRASI Gus Kikin, Ruh Qanun Asasi, dan Penguatan Anak Ranting NU.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
SEJAK KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) meminta KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai ketua pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, beliau belum mengerti jalan ke depan seperti apa.
Ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih itu juga masih kaget mengapa beliau dipanggil ke Jombang dan tinggal di rumah kesepuhan yang dahulu didiami oleh Hadratusyaikh KH Hasyim Asy’ari.
Mungkin beliau –yang lama bekerja secara mandiri dan profesional– di bidang perminyakan juga sampai hari ini dipandang sebagai penanda babak baru perjalanan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Sampai Gus Kikin terpilih dan meraih suara tertinggi, yakni 472 suara, dalam Sidang Pleno V Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, pada Minggu itu juga masih terkaget-keget, mengapa beliau direstui rais aam menjadi ketua tanfidziyah di era penuh tantangan ini.
BACA JUGA: Pidato Perdana Gus Kikin Sebagai Ketum PBNU, Singgung Rapat Sampai Pagi Tapi Muktamirin Betah
BACA JUGA:Terpilih Jadi Ketum PBNU, Gus Kikin Akan Bangun NU Sesuai dengan Qanun Asasi
Walau penulis berusaha rasional, tak luput pula percaya bahwa kemenangan Gus Kikin itu potret sejarah NU, lukisan indah dinamika jam’iyah, dan hasil dari doa dan harapan jutaan umat, bukan semata hasil dari ambisi pendukungnya dan rencana pribadinya.
Hasil Muktamar Ke-35 NU bukan hanya hasil pergantian kepemimpinan biasa, melainkan juga gambaran antara rencana, kehendak dan campur aduk ikhtiar politik, usaha tim pendukung, dan suksesnya penyelenggaraan muktamar.
Sepertinya ini adalah momentum kembalinya harapan semangat pengurus ranting dan anggota anak ranting, banom di cabang dan lembaga serta lajnah NU, anggota NU, bahkan yang tidak hadir sekalipun di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Momentum ini adalah miqat zamani agar NU kembali kepada akar sejarah, tradisi pesantren, dan nilai-nilai dasar yang diwariskan pendiri NU KH Hasyim Asy’ari.
BACA JUGA:Profil Gus Kikin, Kiai Entrepreneur dari Tebuireng yang Kini Memimpin PBNU
BACA JUGA:Gus Kikin Terpilih Menjadi Ketua Umum PBNU Periode 2026-2031, Ucapkan Ikrar Patuhi Rais Aam
Sebagai salah seorang pengurus badan otonom (banom) PP ISNU, saya melihat proses pemilihan ketua umum PBNU dalam muktamar kali ini juga menunjukkan penguatan peran ulama dalam menentukan arah organisasi.
Ini menjadi penanda menguatnya peran ahlul halli wal aqdi atau para kiai sepuh yang dipilih secara demokratis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: