Gus Kikin, Ruh Qanun Asasi, dan Penguatan Anak Ranting NU

Gus Kikin, Ruh Qanun Asasi, dan Penguatan Anak Ranting NU

ILUSTRASI Gus Kikin, Ruh Qanun Asasi, dan Penguatan Anak Ranting NU.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

NU hari ini ada di mana-mana. Karena itu, pemimpinnya harus mampu menjembatani hubungan dengan berbagai kekuatan sosial dan politik tanpa kehilangan identitas ke-NU-an.

Sementara itu, idealisme keempat yang dianggap paling strategis adalah menghidupkan kembali nilai-nilai Qanun Asasi gagasan dasar yang dirumuskan KH Hasyim Asy’ari sebagai fondasi perjuangan NU.

Konsep tersebut berpotensi menjadi arah baru kepemimpinan dan kabinet baru NU.

Qanun Asasi berisi nilai persatuan, multikulturalisme, nasionalisme, kemajuan bangsa, dan kekuatan yang bertumpu pada kemampuan bangsa sendiri.

Itu ruh yang dulu diperjuangkan hadratusyaikh dan sekarang berpeluang dibangkitkan kembali. Kebangkitan kembali Qanun Asasi sebagai kemenangan terbesar dari tim baru PBNU.

Publik perlu memahami bahwa Qanun Asasi bukan sekadar dokumen organisasi, melainkan juga landasan berpikir yang selama ini menjadi pijakan NU dalam menjaga persatuan bangsa.

Ini bukan hanya soal NU, melainkan juga tentang kontribusi NU terhadap Indonesia. KH Hasyim Asy’ari adalah tokoh yang menyerukan Resolusi Jihad dan berperan penting dalam perjalanan bangsa. Nilai-nilai itulah yang bisa dihidupkan kembali.

Karena itu, kepemimpinan Gus Kikin lebih tepat disebut sebagai awal era baru daripada sekadar kelanjutan dari kepengurusan sebelumnya.

Ini menandai babak baru bagi NU. Ada semangat menghidupkan kembali Qanun Asasi dan memperkuat modernisasi organisasi. (*)

*) M. Mas’ud Said adalah guru besar ilmu pemerintahan dan ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur (2018–2023).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: