Emerging Market, Emerging Supply Chain?
ILUSTRASI Emerging Market, Emerging Supply Chain?-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Sama-Sama Membutuhkan Visibility
Perspektif supply chain mengenal satu persoalan klasik. Kita sulit mengelola sesuatu yang tidak dapat kita lihat.
Perusahaan perlu mengetahui siapa pemasoknya. Berapa kapasitas mereka. Di mana persediaan berada. Mengapa barang terlambat. Di titik mana risiko mulai muncul.
Kita menyebutnya supply chain visibility.
Makin panjang dan kompleks sebuah rantai pasok, makin penting kemampuan melihat apa yang sesungguhnya sedang terjadi di sepanjang jaringan tersebut.
Investor rupanya menghadapi problem yang tidak jauh berbeda.
Mereka perlu mengetahui siapa yang benar-benar memiliki saham, berapa saham yang benar-benar tersedia bagi publik, bagaimana struktur kepemilikannya, dan apakah harga yang muncul benar-benar mencerminkan mekanisme pasar.
Investor Butuh Visibility, Supply Chain Juga Perlu Visibility
Keduanya bertemu pada satu hal yang sering tidak terlihat dalam laporan keuangan: trust.
Kepercayaan tidak lahir hanya karena informasi tersedia. Kepercayaan muncul ketika informasi itu transparan, konsisten, dapat diverifikasi, dan dapat digunakan untuk mengambil keputusan.
Karena itu, transparansi sesungguhnya bukan sekadar persoalan administrasi. Transparency is an infrastructure of trust.
Dari Investability ke Supply Chain Investability
MSCI menggunakan perspektif investability: apakah sebuah pasar cukup accessible dan layak bagi investor global.
Saya kira Indonesia perlu memperluas pertanyaan tersebut.
Bukan hanya: seberapa investable pasar modal Indonesia?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: