5 Tips Merawat Kucing Ras Rumahan Agar Bulunya Tidak Rontok saat Kemarau
Cara merawat kucing agar bulu tidak rontok saat musim kemarau-momsmoney.co.id-
HARIAN DISWAY - Bukan hanya manusia, hewan peliharaan pun rawan dehidrasi saat musim kemarau seperti sekarang. Jika kekurangan cairan, kulit dan bulu hewan peliharaan, termasuk kucing ras, rawan rontok. Bahkan, jika kucing peliharaan tidak pernah meninggalkan rumah.
Udara dengan kelembapan rendah dapat membuat kulit kucing menjadi lebih kering. Kondisi tersebut terlihat dari bulu yang kasar, munculnya serpihan kulit, hingga kerontokan yang tampak lebih banyak dari biasanya.
Kondisi itu bisa lebih parah pada kucing yang sering melakukan grooming. Meski demikian, kerontokan pada kucing sebenarnya merupakan proses alami.
Kucing yang tinggal di dalam rumah bahkan dapat mengalami shedding dalam kadar tertentu sepanjang tahun. Kucing berbulu panjang seperti Persia dan Maine Coon juga membutuhkan perhatian lebih karena memiliki risiko masalah bulu dan hairball yang lebih tinggi.
BACA JUGA:Sehari Jadi Dokter Hewan Cilik di Bionas Lab, Anak-Anak Diajak Tak Biarkan Kucing Makan Tikus
BACA JUGA:Kandang Kucing dari Baja Ringan jadi Primadona Baru
Lantas, bagaimana cara merawat kucing ras rumahan agar kerontokan tidak parah selama musim kemarau?
1. Rutin Menyisir Bulu Kucing
Langkah paling sederhana untuk mengontrol bulu rontok adalah melakukan penyisiran secara rutin. Menyisir bulu sebenarnya sama dengan mengangkat rambut yang sudah lepas sebelum bertebaran di lantai, sofa, kasur, maupun pakaian pemilik.
Selain itu, kegiatan menyisir juga membantu menghilangkan sel kulit mati serta mendistribusikan minyak alami dari kulit ke sepanjang batang rambut.
Frekuensi menyisir dapat disesuaikan dengan jenis bulu kucing. Kucing dengan bulu panjang, halus, atau keriting umumnya membutuhkan penyisiran setiap hari untuk mencegah kusut dan terbentuknya gumpalan bulu.
BACA JUGA:Sterilisasi Bisa Tekan Risiko Pyometra, Infeksi Kandungan yang Menyerang Anjing dan Kucing Lansia
BACA JUGA:Mudik Bawa Kucing? Ini 7 Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Berangkat
Sementara itu, kucing dengan bulu pendek biasanya tidak membutuhkan grooming sesering kucing berbulu panjang.
2. Pastikan Kucing Cukup Asupan Air
Selain kondisi udara, asupan cairan juga penting untuk membantu menjaga kesehatan tubuh dan kulit kucing.
Pastikan selalu tersedia air minum yang bersih dan segar. Pemilik juga dapat mempertimbangkan makanan basah sebagai bagian dari pola makan kucing, sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatannya.
Makanan basah memiliki kandungan air yang lebih tinggi dibandingkan makanan kering sehingga dapat menjadi salah satu sumber cairan.
BACA JUGA:5 Manfaat Tidur Bersama Kucing, Bikin Lebih Nyaman dan Tenang
BACA JUGA:Apakah Memelihara Kucing Bisa Mengurangi Rasa Stres? Ini Fakta Ilmiahnya
Namun, jangan memaksa kucing minum atau mengubah pola makannya secara drastis. Kebutuhan setiap kucing dapat berbeda berdasarkan usia, berat badan, kondisi kesehatan, serta jenis makanan yang diberikan.
3. Perhatikan Kelembapan Ruangan
Jika udara di dalam rumah terasa sangat kering selama musim kemarau, kondisi lingkungan juga perlu diperhatikan.
Kelembapan rendah diketahui dapat membuat kulit dan bulu kucing menjadi lebih kering. Karena itu, pemilik dapat menjaga ruangan tetap nyaman dan tidak terlalu kering. Penggunaan humidifier dapat dipertimbangkan apabila memang diperlukan, dengan catatan alat harus dijaga kebersihannya.
Selain itu, pastikan kucing memiliki tempat istirahat yang nyaman dan tidak terus-menerus berada tepat di depan sumber udara seperti kipas atau pendingin ruangan. Tujuannya bukan membuat ruangan menjadi terlalu lembap, melainkan menjaga lingkungan agar tetap nyaman bagi kucing.
BACA JUGA:Kegemaran Memelihara Anjing atau Kucing Bisa Mengungkap Sisi Psikologis Pemeliharanya
BACA JUGA:5 Hal Penting yang Perlu Anda Pertimbangkan sebelum Merawat Kucing di Rumah
4. Berikan Makanan dengan Nutrisi Seimbang
Kondisi bulu kucing juga berkaitan dengan asupan nutrisi. Rambut tersusun terutama dari keratin yang membutuhkan protein, sehingga kualitas makanan dapat berpengaruh terhadap kondisi bulu.
Asam lemak omega-3 dan omega-6 berperan dalam mendukung kesehatan kulit dan bulu. Sehingga, memilih makanan kucing harus mempertimbangkan kelengkapan gizi dan keseimbangannya sesuai usia dan kondisi tubuhnya. Sebab, tidak perlu langsung memberikan suplemen hanya karena bulu kucing sedang rontok.
Jika ingin memberikan tambahan seperti minyak ikan atau suplemen asam lemak, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter hewan.
5. Jangan Terlalu Sering Memandikan Kucing
Kucing merupakan hewan yang cukup rajin melakukan grooming secara mandiri. Karena itu, mandi tidak selalu diperlukan hanya karena bulu sedang rontok. Bahkan memandikan kucing terlalu sering tanpa alasan yang tepat justru dapat menjadi pengalaman yang membuat stres.
BACA JUGA:Ketika Pemilik Kucing di Hong Kong Kian Jor-joran untuk Si Pus: Kucing Memang Harus Dimanjakan…
BACA JUGA:Tips Merawat Bulu Kucing Anggora di Cuaca Lembap agar Tetap Bersih dan Sehat
Untuk menjaga bulu, penyisiran rutin biasanya menjadi langkah yang lebih penting. VCA juga menyarankan kucing dimandikan sesuai kebutuhan, bukan secara berlebihan.
Jika kucing memang membutuhkan mandi karena kondisi tertentu, gunakan produk yang memang diperuntukkan bagi kucing dan ikuti anjuran dokter hewan apabila terdapat masalah kulit.
Terkadang kerontokan yang disertai kebotakan, kulit merah, luka, kerak, ketombe berlebihan, rasa gatal, atau perubahan perilaku sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai akibat musim kemarau.
Masalah seperti parasit, alergi, gangguan nutrisi, perubahan suhu atau kelembapan, hingga kondisi medis tertentu dapat memengaruhi kulit dan bulu kucing.
BACA JUGA:Kulit Kucing Menguning Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Kondisi Penyakit Serius!
Jika kucing terus-menerus menggaruk, menjilat tubuh secara berlebihan, mengalami kerontokan hingga membentuk area botak, atau menunjukkan gejala lain seperti kehilangan nafsu makan dan lesu, pemeriksaan dokter hewan diperlukan.
Merawat bulu kucing selama musim kemarau tidak hanya tentang mengurangi rambut yang berserakan di rumah. Dengan perawatan yang konsisten, pemilik juga dapat lebih cepat mengetahui apabila terdapat perubahan pada kondisi kulit atau bulu kucing yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. (*)
*) Mahasiswa Magang Prodi Ilmu Komunikasi UINSA Surabaya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: diolah dari berbagai sumber