Sehari Jadi Dokter Hewan Cilik di Bionas Lab, Anak-Anak Diajak Tak Biarkan Kucing Makan Tikus

Sehari Jadi Dokter Hewan Cilik di Bionas Lab, Anak-Anak Diajak Tak Biarkan Kucing Makan Tikus

SESI edukasi tentang hewan peliharaan dan pengenalan profesi dokter hewan oleh Ruri Mega Wahyuni pada Minggu, 19 April 2026.-Ilmi Bening-Harian Disway

Sekelompok bocah berusia 4-6 tahun belajar menjadi dokter hewan cilik di Bionas Lab pada Minggu, 19 April 2026. Mengamati parasit dengan bantuan mikroskop, serta memberi makan dan memandikan hewan peliharaan.

BELASAN anak antusias mendengarkan penjelasan Rury Mega Wahyuni di salah satu ruangan Biology and Natural Science Community (Bionas) Lab di Gedung Inkubator Bisnis Kampus B, Universitas Airlangga (Unair). Hari itu, mereka semuanya menjadi dokter hewan cilik

Rury memberikan penjelasan tentang hewan peliharaan dengan cara yang seru. Seperti dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair itu, anak-anak itu juga memakai jas laboratorium berwarna putih dan masker. Seperti pekerja medis sungguhan! 

"Siapa yang ingin jadi dokter hewan?" tanya Rury dalam sesi bertajuk Sehari menjadi Dokter Hewan tersebut. Anak-anak di depannya langsung mengacungkan tangan. Dengan penuh percaya diri, mereka serempak menyahut, "Saya! Saya!".

BACA JUGA:RSH Unair Buka Program Volunteer selama Libur Lebaran, Bangkitkan Kepedulian Anak Muda Terhadap Hewan

BACA JUGA:Rumah Sakit Hewan Unair Siagakan Layanan saat Libur Lebaran, Kasus Diare dan Muntaber Mendominasi

Di dalam ruangan itu, anak-anak tidak didampingi orang tua. Karena itu, interaksi anak-anak dengan Rury lebih akrab. 

Kepada anak-anak itu, Rury menyampaikan materi dasar tentang cara merawat hewan, terutama hewan peliharaan. Mereka juga diajak mengenal lebih dekat profesi dokter hewan dan alat-alat medis yang biasanya digunakan saat memeriksa hewan.


ANAK-ANAK berpraktik merawat hewan peliharaan dengan menggunakan alat peraga berupa boneka di Bionas Lab.-Ilmi Bening-Harian Disway

Yang pertama adalah stetoskop. Dia menyatakan bahwa alat itu dipakai untuk mendengarkan detak jantung hewan. Selanjutnya, dia memperlihatkan termometer. Khusus hewan, penggunaan termometer untuk mengukur suhu badan tidak sama dengan manusia. 

"Bukan di ketiak ya, tetapi dimasukkan ke anusnya. Nanti kalau bunyinya 'tit-tit-tit' dan angkanya tinggi, berarti hewannya demam. Suhu normal anjing dan kucing itu sekitar 38 sampai 39 derajat Celcius," papar Rury. 

BACA JUGA:Aromaterapi di Rumah Bisa Berisiko Bagi Hewan Peliharaan, Ini Penjelasannya

BACA JUGA:Rumah Sakit Hewan (RSH): Ruang Asih dan Asuh bagi Hewan

Dia lantas menerangkan tentang cara hewan meminum obat. "Kalau kalian sakit, biasanya mama atau papa yang kasih obat? Kalau hewan, kita tidak bisa sekadar bilang, 'Ayo kucing, minum obatnya'," jelasnya.

Kucing atau anjing, menurut dia, membutuhkan bantuan  manusia untuk minum obat. Anak-anak manggut-manggut mendengarkan penjelasan Rury. 

Di rumah mereka, anak-anak tersebut punya hewan peliharaan. Yakni, kucing, anjing, dan kelinci. Setelah mendapatkan ilmu dasar merawat hewan peliharaan, anak-anak itu diharapkan menjadi lebih peduli kepada hewan peliharaan mereka.

Selain memeriksa pasien hewan, para dokter hewan juga bekerja di laboratorium. Hal tersebut disampaikan Rury kepada anak-anak. "Ada yang tahu tidak, apa yang dilakukan dokter hewan di laboratorium? Bikin obat? Pintar! Apalagi? Eksperimen, betul," pujinya. 

BACA JUGA:Sterilisasi Bisa Tekan Risiko Pyometra, Infeksi Kandungan yang Menyerang Anjing dan Kucing Lansia

BACA JUGA:5 Manfaat Tidur Bersama Kucing, Bikin Lebih Nyaman dan Tenang


MIKROSKOP membantu pengamatan anak-anak terhadap parasit hewan peliharaan yang ukurannya sangat kecil.-Ilmi Bening-Harian Disway

Laboratorium menjadi tempat bagi ideal bagi para dokter hewan untuk melakukan eksperimen medis. Salah satunya adalah, memastikan bahwa obat yang mereka teliti aman dikonsumsi hewan peliharaan. 

Zafar Algifari Gumilang, salah seorang peserta, mengatakan bahwa ia memelihara seekor kucing di rumah. Kucing itu bernama Aboy. "Tiap hari aku suka bermain dengannya. Diusap-usap dan diberi makan," kata bocah 5 tahun tersebut. 

Rury menanggapi ceirta Zafar itu dengan sebuah nasihat. Yakni, tetap memberikan daging atau ikan kepada kucing. Sebab, kucing termasuk hewan karnivora. Selain itu, dia meminta anak-anak yang memelihara kucing juga rutin membersihkan kotak pasir. 

"Jangan biarkan kucing memakan tikus," tegasnya. Itu karena tikus bisa menularkan penyakit pada kucing meskipun sudah mati. Akibatnya, kucing bisa kemudian sakit atau keracunan. 

BACA JUGA:Hujan Deras dan Petir Bikin Kucing Stres? Begini Cara Menenangkannya

BACA JUGA:Kucing Tak Nyaman karena Ringworm, Bahan-Bahan Alami ini Ampuh untuk Melenyapkan

Rury mengatakan bahwa memandikan kucing tidak perlu setiap hari, tapi 4-6 minggu sekali. Selain itu, pemberian vaksin dan obat cacing juga tidak boleh terlewatkan. "Jangan lupa memotong kuku dan menyisir bulunya," pesannya. 

Setelah sesi bersama Rury, para peserta diajak mengamati parasit hewan lewat mikroskop. Aktivitas itu memberikan pengalaman baru bagi anak-anak. Selanjutnya, anak-anak diajak memberi makan kelinci. Mereka memberikan sayuran kepada kelinci-kelinci yang ada di sana. Aktivitas lainnya adalah mengenal tubuh kura-kura dan memandikan hewan.


MENGGAMBAR bersama pendamping dari Bionas Lab setelah anak-anak mengamati bentuk kutu hewan peliharaan.-Ilmi Bening-Harian Disway

"Tantangannya mungkin karena mood anak-anak yang fluktuatif," ungkap Suci Istighfarin, pengajar Bionas Lab. Meski begitu, mood anak-anak langsung berubah menjadi senang, ketika bertemu dengan teman-teman dan mengikuti pembelajaran di Bionas Lab. 

Shifa Fauziyah, ketua Bionas Lab , menyatakan bahwa edukasi tentang cara merawat hewan sangat penting. Apalagi, banyak anak-anak yang punya hewan peliharaan. "Eksplorasinya bisa lebih luas karena hewan berkaitan erat dengan kehidupan mereka sehari-hari," imbuhnya. (*)

BACA JUGA:4 Jenis Hewan Peliharaan dan Cara Merawatnya dengan Benar

BACA JUGA:Tidak Sekadar Lucu, Ini 6 Cara Bikin Rumah Aman dan Nyaman untuk Hewan Peliharaan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: