Sterilisasi Bisa Tekan Risiko Pyometra, Infeksi Kandungan yang Menyerang Anjing dan Kucing Lansia

Sterilisasi Bisa Tekan Risiko Pyometra, Infeksi Kandungan yang Menyerang Anjing dan Kucing Lansia

DUYU menjalani operasi pengangkatan rahim dan ovarium gara-gara pyometra pada Kamis, 26 Maret 2026.-Rosyidah Ariyati-Harian Disway

HARIAN DISWAY - Rumah Sakit Hewan (RSH) Universitas Airlangga (Unair) sering menangani pyometra. Kondisi serius itu biasanya dialami anjing dan kucing betina yang sudah tua.

Duyu masih lesu. Anjing berbulu cokelat gelap itu terbaring lemah di meja operasi. Kamis itu, 26 Maret 2026, Duyu baru saja menjalani operasi. Tak tanggung-tanggung, Duyu menjalani pengangkatan total organ reproduksinya.

Kondisi itu menyebabkan Duyu harus dibius total (general anesthesia). Sebab, pengangkatan ovarium (indung telur) dan uterus (rahim) butuh proses yang tidak sebentar.

Saat Harian Disway menyambanginya, Duyu masih belum sepenuhnya sadar dari bius. Matanya masih setengah terbuka. Selang infus juga masih tertancap pada tubuh anjing betina berusia 10 tahun tersebut.

BACA JUGA:10 Superfood Aman untuk Anjing, Dukung Kesehatan Harian hingga Imunitas

BACA JUGA:Makna Kibasan Ekor Anjing, Sarana Interaksi dan Komunikasi

Dengan lemah, Duyu menatap Andini Salsabila yang menungguinya di ruangan pemulihan. "Tidak apa-apa, Duyu. Yang kuat, ya. Penyakitnya sudah diangkat," ungkap volunteer Mahasiswa Kedokteran Hewan Unair semester 4 itu. 

Andini dengan sabar terus menyemangati Duyu. Dengan lembut, dia sesekali mengusap kepala Duyu. Yang disemangati pun seolah mengerti.


VOLUNTEER RSH UNAIR, Andini Salsabila (kanan), membelai kepala Duyu untuk menenangkannya setelah pengaruh bius memudar.-Rosyidah Ariyati-Harian Disway

Kedipan mata Duyu dan suara-suara lirih dari mulutnya seolah meminta Andini untuk terus berada di sampingnya, tak boleh pergi. 

"Ini sedang observasi pascaoperasi saja. Kasus Duyu adalah infeksi kandungan atau pyometra. Penyebabnya karena faktor hormonal," ujar Dr. Miyayu Soneta Sofyan drh., M. Vet, dokter hewan yang menangani operasi Duyu.

BACA JUGA:Prabowo Hadiahi Toto, Anjing Kesayangan PM Albanese Kaos Merah Putih dan Tali

BACA JUGA:Prabowo Ucapkan Perpisahan pada Ramadan, Kumpul Bareng Keluarga dan Kucing Bobby

Pyometra umumnya terjadi pada hewan yang sudah lama tidak dikawinkan. Akibatnya, organ reproduksinya terganggu. Pada sebagian anjing betina yang usianya sudah tua seperti Duyu, nihilnya aktivitas seksual lalu memicu infeksi bakteri dan produksi cairan berlebih di dalam uterus. 

Menurut Miyayu, gejalanya beragam. Secara umum, pyometra dibedakan menjadi open cervix pyometra dan closed cervix pyometra.

Open cervix pyometra ditandai dengan keluarnya leleran menyerupai nanah dari vagina. "Kalau untuk usia, biasanya sering menyerang hewan betina yang sudah masuk kategori tua, sekitar umur 8 sampai 10 tahun ke atas," tambah Miyayu.

Di dunia anjing, 10 tahun hitungan manusia setara dengan 70 tahun bagi mereka. Maka, jika disamakan dengan manusia, Duyu sudah masuk kategori lanjut usia (lansia).

BACA JUGA:5 Manfaat Tidur Bersama Kucing, Bikin Lebih Nyaman dan Tenang

BACA JUGA:Hujan Deras dan Petir Bikin Kucing Stres? Begini Cara Menenangkannya

Closed cervix pyometra juga tak kalah berbahaya. Namun, hanya perutnya saja yang membesar tanpa disertai leleran dari vagina. Jika tidak segera ditangani, jenis ini berpotensi menimbulkan septikemia atau toksemia.

Selain aktivitas seksual, menurut Miyayu, pyometra juga bisa dipicu gaya hidup hewan yang kurang sehat. Misalnya, terlalu sering mengonsumsi makanan dengan lemak berlebih dan pengawet. 


MIYAYU SONETA SOFYAN, dokter spesialis yang mengoperasi Duyu, menjelaskan tentang pyometra di RSH Unair pada Kamis, 26 Maret 2026.-Rosyidah Ariyati-Harian Disway

Kebiasaan itu bisa memicu ketidakseimbangan hormon. Jika hormon tidak seimbang, peluang terkena pyometra menjadi makin besar.

Lantas, treatment apa yang bisa diberikan setelah operasi? Miyayu mengatakan bahwa untuk Duyu, pihaknya butuh waktu untuk mengobservasi. "Rawat inap minimal lima hari," katanya. 

BACA JUGA:Kucing Stres Gara-Gara Hujan Terus? Kenalkan pada Catnip dan Silvervine!

BACA JUGA:Kucing Tak Nyaman karena Ringworm, Bahan-Bahan Alami ini Ampuh untuk Melenyapkan

Dalam operasi Duyu, ada sekitar 4 volunteer dan 1 paramedis yang membantu Miyayu. "Sebelum menjalani operasi, pasien harus puasa dulu 6-8 jam," jelasnya. 

Sebelum melakukan operasi, Miyayu memastikan pemilik Duyu tahu langkah-langkah yang dia ambil. Termasuk, apa saja yang harus dilakukan setelah Duyu kembali ke rumah nanti. 

Bayu Ardhi Wicaksono, paramedis RSH Unair mengatakan bahwa setelah operasi, Duyu diberi sejumlah obat. Di antaranya adalah antibiotik, antiradang, vitamin, anti-perdarahan.

Ia juga mengajari pemilik Duyu untuk merawat luka operasi jahitan. Selain itu, Duyu juga dilarang melompat, berlari, atau naik-turun tangga setelah sampai di rumah. Sebab, kegiatan tersebut termasuk aktivitas berat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: