Grand Final Konjen Tiongkok Cup 2026 Dibuka, Esport dan Mobile Legends Dapat Dukungan Penuh!

Grand Final Konjen Tiongkok Cup 2026 Dibuka, Esport dan Mobile Legends Dapat Dukungan Penuh!

Momen ketika Para Tamu Undangan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Lagu Kebangsaan Tiongkok-Live Akun Youtube DI's Way-Harian Disway

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Lagu Indonesia Raya berkumandang di Ciputra World Surabaya, Sabtu, 30 Agustus 2026. Artinya grand final Konjen Tiongkok Cup Mobile Legends segera dimulai.

Para peserta dan tamu undangan berdiri menyambut lagu kebangsaan Indonesia. Sesaat kemudian, lagu kebangsaan Tiongkok juga turut diperdengarkan.

Grand Final Konjen Tiongkok Cup Mobile Legends 2026 menghadirkan kolaborasi yang tidak biasa. Media, organisasi kepemudaan, perwakilan negara asing, pemerintah daerah, hingga komunitas Esport bertemu dalam satu panggung.

Founder Harian Disway Dahlan Iskan hadir dalam pembukaan. Ia duduk bersama Ketua PW Anshor Jawa Timur Musaffa Safril, Konsul Jenderal Tiongkok untuk Surabaya Ye Su, serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. 

BACA JUGA:Navy Hamod Segel Juara 3 Konjen Tiongkok Cup Mobile Legends 2026, Siap Juara Tahun Depan!

BACA JUGA:Dari Warkop ke Konjen Tiongkok Cup Mobile Legends 2026, Kisah Tim Tongkrongan Sidoarjo!

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Musaffa Safril melihat Esports sebagai tempat baru untuk menjalin kedekatan dengan generasi muda.

Ia mengaku baru menyadari besarnya minat anak-anak muda terhadap kompetisi digital. Menurutnya, perkembangan tersebut perlu dilihat sebagai peluang bagi organisasi kepemudaan untuk berkembang mengikuti zaman.


Founder Harian Disway Dahlan Iskan (kiri) dan Konjen Tiongkok untuk Surabaya Ye Su (kanan) datang di grand final Konjen Tiongkok Cup Mobile Legends 2026, Minggu, 30 Agustus 2026.-Boy Slamet-Harian Disway

"Esport, khususnya Mobile Legends ini sangat diminati. Menurut saya penting untuk kita lirik ke depan potensinya," ujarnya.

Menuruntnya, Jawa Timur memiliki basis masyarakat yang besar dalam lingkungan Nahdlatul Ulama. Karena itu, ruang-ruang baru untuk berinteraksi dengan generasi muda perlu terus dibuka. Kolaborasi dalam Konjen Tiongkok Cup jadi salah satunya.

Namun, keterlibatan GP Ansor juga ingin mempererat hubungan persahabatan antara masyarakat Indonesia dan Tiongkok. 

BACA JUGA:Pamer Jurus Wushu di Sela Konjen Tiongkok Cup Mobile Legends 2026 di Surabaya, Andro Sempat Terpeleset Karpet

BACA JUGA:Filisofi Main Santai Team Sirius di Konjen Tiongkok Cup Mobile Legends 2026

"Yang paling penting lagi bahwa event ini adalah wahana untuk merajut, membina dan merawat hubungan persahabatan antara masyarakat Indonesia dengan Republik Rakyat Tiongkok," katanya.

Konsulat Jenderal Tiongkok di Surabaya Ye Su membawa perspektif berbeda. Ia memandang Esport sebagai aktivitas yang memiliki daya tarik kuat di kalangan pemuda.

Perkembangan Esports di Tiongkok sendiri sudah berlangsung selama kurang lebih dua dekade. Industri tersebut terus tumbuh seiring perkembangan teknologi dan ekonomi digital.


Dahlan Iskan memberikan jempol kepada Eliza Victoria, siswi Xin Zhong School, setelah menyanyikan lagu hip-hop berbahasa Mandarin, Minggu, 30 Agustus 2026.-Boy Slamet-Harian Disway

Melalui kolaborasi dengan Harian Disway dan PW Anshor Jawa Timur, ketertarikan generasi muda terhadap Esport kemudian dipertemukan dengan upaya mempererat hubungan antarmasyarakat. 

Ye Su juga menyampaikan rencana pemberian hadiah berupa kesempatan bagi pemenang untuk berkunjung ke Tiongkok. Ia berharap perjalanan itu bisa membuat pemenang nantinya dapat melihat secara langsung kemajuan teknologi di sana.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut Esport sebagai kegiatan positif yang memiliki ruang dalam dunia olahraga prestasi. "Esports ini sudah resmi ada di KONI. Jad memang sudah jadi cabang olahraga," kata Emil.

BACA JUGA:Savage Pertama di Konjen Tiongkok Cup Mobile Legends 2026, Munculnya Faizal The Spicy Boy!

BACA JUGA:Eks Player MDL Nanda Bawa Ateng Family Menggila di Konjen Tiongkok Cup Mobile Legends 2026

Menurut Emil, gim tidak lagi selalu ditempatkan sebagai aktivitas yang berlawanan dengan pendidikan. Harus bisa dikembangkan dengan positif. Justru, persoalannya ada pada bagaimana sebuah hobi dijalankan dan diawasi.

Katanya, semua kegiatan dapat menimbulkan persoalan apabila dilakukan secara berlebihan. Sebaliknya, sebuah hobi dapat menjadi jalan menuju prestasi jika dibina dengan baik. Salah satunya Esport. 

"Ini jadi event yang bagus. Harus terus dibimbing dan dibina semua atlet muda yang ada di Jawa Timur dan Indonesia," katanya.

Emil juga mengapresiasi keterlibatan sekolah yang mendukung siswa mengikuti kompetisi. Baginya, pendampingan tetap harus dilakukan agar potensi yang dimiliki anak-anak muda dapat berkembang secara seimbang.

Dukungan penuh untuk Esport pun sudah didapat. Artinya gelaran Konjen Tiongkok Cup Mobile Legends 2026 dapat dukungan dari semua lini. Terutama pemerintah.

Kini, tinggal bagaimana proses perkembangan dan pembinaan untuk atletnya saja. Semoga turnamen semacam ini semakin banyak sehingga mengangkat warwah Esport Surabaya, Jawa Timur, dan Indonesia. (*)

*) Mahasiswa Magang Prodi Tasawuf dan Psikoterapi UINSA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: