Jelang GP Italia 2026, Ferrari Target Bangkit di Kandang Sendiri

Jelang GP Italia 2026, Ferrari Target Bangkit di Kandang Sendiri

Charles Leclerc, usai menangi GP Monza 2024--Twitter Holiness @F1BigData

HARIAN DISWAY - Formula 1 bergeser ke Italia akhir pekan ini. Ke salah satu sirkuit paling ikonik Italia, Autodromo Nazionale Monza, pada 4-6 September 2026. Kandang Ferrari.

Di hadapan ribuan Tifosi yang memadati sirkuit berjuluk The Temple of Speed, celah sempit menjadi panggung pertaruhan mahal bagi Ferrari untuk bangkit. Sekaligus jadi peluang emas Lando Norris memangkas jarak di puncak perburuan gelar F1 2026.

​Monza merupakan satu dari empat sirkuit tersisa dari kalender perdana Kejuaraan Dunia F1 1950 yang masih digunakan hingga saat ini. Berdampingan dengan Monaco, Silverstone (Inggris), dan Spa-Francorchamps (Belgia).

Ia dijuluki The Temple of Speed (Kuil Kecepatan) karena memiliki trek lurus yang sangat panjang. Titik terbaik untuk menyalip berada di chicane pertama (Tikungan 1). Meski duel antar-pembalap kerap berlanjut hingga Variante del Rettifilo dan Curva Grande.

BACA JUGA:Rebutan Kursi Panas Red Bull: Cedera Hadjar Bikin Garasi Monza Kian Memanas!

BACA JUGA:Ferrari Hadirkan Livery Spesial Michael Schumacher di Monza, Terinspirasi F310 1996

​Setelah melewati dua tikungan kanan 90 derajat yang dikenal sebagai Lesmo, pembalap akan melaju di trek lurus panjang menuju Ascari Chicane.


Kualifikasi GP Belgia 2026: Kimi Antonelli pole position, Verstappen mengintai dari P2. Foto: Antonelli mengepalkan tangan seusai kualifikasi di Spa-Franchorchamps, 18 Juli 2026.-Gold and Goose-

Sebelum akhirnya melibas tikungan terakhir yang legendaris, Parabolica (Curva Alboreto). Karakteristik sirkuit berkecepatan tinggi itu terbilang unik dan akan menjadi ujian nyata bagi manuver mobil F1 regulasi 2026.

Peta Persaingan Pembalap Papan Atas

Nah, penalti grid yang didapatkan bintang Mercedes Kimi Antonelli mendadak mengubah eskalasi persaingan dalam GP Italia 2026 di Monza.

Pembalap tuan rumah sekaligus pemuncak klasemen sementara itu dipastikan memulai balapan dari posisi paling belakang akibat penalti pergantian komponen mesin. Kendati demikian, Antonelli diprediksi bakal tampil agresif untuk menembus barisan depan.

BACA JUGA:Demi Menang di Monza, Ferrari Siapkan Paket Perubahan Besar untuk SF-26

BACA JUGA:Kimi Antonelli Kena Penalti Grid di Monza, Mercedes Pilih 'Menanggung Sakit' Lebih Awal

Saat ini Antonelli unggul 59 poin dari George Russell dan Lewis Hamilton. Meski begitu, ancaman terbesar justru datang dari Lando Norris. Walau masih tertinggal 83 poin, Norris sedang berada di tren positif setelah memenangi dua balapan terakhir.

Mengingat peluang menang Antonelli di Monza terbilang tipis akibat penalti grid, situasi ini menjadi kesempatan emas bagi para rivalnya untuk memangkas jarak poin di klasemen.


Sepanjang karirnya, Max Verstappen punya rekor selalu menang di kualifikasi GP Monza --Twitter Holiness @F1BigData

​Di sisi lain, Ferrari dipastikan mendapat dukungan penuh dari Tifosi. Tim Maranello diprediksi akan menyematkan unit mesin baru pada mobil Lewis Hamilton dan Charles Leclerc.

Pasokan tenaga ekstra ini diharapkan mampu membawa Ferrari kembali ke podium tertinggi, setelah hasil mengecewakan di Hungaria dan Belanda.

BACA JUGA:FIA Sebut Mesin Red Bull-Ford Paling Kuat, Paddock F1 Malah Jagokan Mercedes!

BACA JUGA:Ferrari Siapkan Kejutan di Monza: Mesin Baru dan Livery Khusus Michael Schumacher

Meski Monza di atas kertas menguntungkan Ferrari, potensi blunder dari strategi pit wall yang kerap berulang pada balapan-balapan sebelumnya bisa menjadi ganjalan utama untuk meraih kemenangan di kandang sendiri.

​Mantan insinyur F1, Luigi Mazzola, memberikan analisisnya secara lugas. "Ferrari datang ke Monza bukan dengan mobil yang krisis, melainkan dengan tuntutan kedewasaan tim," kata Mazzola kepada Autosport.

Jet darat SF-26 dinilai sudah menunjukkan peningkatan potensi, dan publik tuan rumah menantikan pembuktian tersebut secara langsung.


Dari kiri; mobil George Russell (Mercedes) dan mobil Charles Leclerc (Ferrari), saat beradu kecepatan di lintasan Silverstone 2026--Twitter LA Gazzetta Ferrari @GazzettaFerrari

​Sementara itu, Max Verstappen tetap menjadi ancaman serius. Pembalap asal Belanda itu punya rekor selalu menang di sesi kualifikasi sepanjang kariernya di GP Italia. Juga berstatus pemenang musim lalu ini.

Ia jelas berpotensi membawa Red Bull kembali bersaing di barisan depan seiring dengan peningkatan performa mesin mereka.

BACA JUGA:Eksekusi Overcut Ciamik! Lando Norris Hancurkan Pesta Mercedes di F1 GP Belanda 2026

BACA JUGA:Blunder Fatal GP Zandvoort: Mercedes Korbankan Russell Demi Ambisi Spekulatif Antonelli!

Prakiraan Cuaca dan Strategi Ban

​Prakiraan cuaca terkini menunjukkan balapan di Monza akan berlangsung dalam kondisi kering. Langit diprediksi cerah sepanjang tiga hari akhir pekan balapan dengan suhu udara menyentuh 30 derajat Celsius.

Ban Pirelli kompon Medium diperkirakan menjadi pilihan utama para pembalap pada awal balapan. Strategi one-stop diprediksi menjadi opsi paling ideal, mengingat karakter trek ini menuntut kecepatan hingga 80 persen dari unit daya hybrid 2026. (*)

Jadwal GP Italia 2026 (WIB)

Jumat, 4 September 2026

  • ​Latihan Bebas 1: 17.30 – 18.30 WIB
  • ​Latihan Bebas 2: 21.00 – 22.00 WIB

Sabtu, 5 September 2026

  • ​Latihan Bebas 3: 17.30 – 18.30 WIB
  • ​Kualifikasi: 21.00 – 22.00 WIB

Minggu, 6 September 2026

  • ​Balapan (Race): 20.00 – 22.00 WIB

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber