McLaren Luncurkan Sayap Radikal 'H-Wing' di Monza
Mobil Lando Norris, saat beraksi di GP Hungaria 2026, tampak mobilnya sudah menggunakan sayap belakang H-Wing yang sedang dalam kondisi terbuka.--Twitter Le Sprint @lesprintedition
HARIAN DISWAY - Era baru persaingan aerodinamika Formula 1 2026 memasuki babak paling krusial di Sirkuit Monza akhir pekan ini. Di tengah perdebatan sengit mengenai efisiensi konsep sayap belakang berputar berjuluk 'Macarena' yang dipelopori Ferrari dan Red Bull, McLaren resmi mengambil langkah berani dengan meluncurkan varian radikal mereka sendiri: 'H-Wing'.
Sempat tertahan kendala teknis di Austria, paket pembaruan berspesifikasi low-drag pada sasis MCL40 ini tidak hanya menjadi simbol kebangkitan teknis tim asal Woking tersebut, tetapi juga senjata utama Lando Norris dan Oscar Piastri untuk meruntuhkan dominasi para pesaing di lintasan lurus legendaris Italia.
Inovasi sayap belakang yang bisa berputar untuk mengurangi drag di lintasan lurus, yang populer dengan julukan 'Macarena', menjadi salah satu tren teknis paling menarik dalam regulasi baru Formula 1 2026.
Ferrari menjadi tim pertama yang bereksperimen dengan konsep ini saat uji coba pramusim di Bahrain. Berbeda dari mekanisme DRS konvensional, seluruh bagian atas sayap 'Macarena' dapat berputar hingga 180 derajat untuk beralih antara mode menikung dan mode lintasan lurus.
Ferrari kemudian merilisnya secara resmi di GP Miami, disusul oleh Red Bull yang membawa versi mereka sendiri.
BACA JUGA:Mengenal FRAGILE, Trofi Seni Kontemporer Unik di F1 GP Italia 2026
BACA JUGA:Jelang GP Italia 2026, Ferrari Target Bangkit di Kandang Sendiri
McLaren sebenarnya berencana memperkenalkan sayap ini di GP Austria. Namun, tim asal Woking tersebut memilih membatalkan debutnya akibat kendala teknis.
Direktur Teknik Rekayasa McLaren, Neil Houldey, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi keselamatan performa.
"Saat memasang dan melakukan verifikasi akhir, kami merasa kurang yakin untuk menggunakannya di sesi latihan pertama. Kami memilih menariknya kembali karena masih butuh evaluasi sebelum siap dipakai di lintasan," ujar Houldey.
McLaren lantas menguji versi terbaru inovasi ini di GP Hungaria, yang mendapat respons positif dari Kepala Tim Andrea Stella. Houldey pun mengonfirmasi bahwa konsep tersebut siap diturunkan di GP Monza akhir pekan ini.
"Akhir pekan ini kami membawa paket aerodinamis berspesifikasi low-drag, termasuk debut sayap 'H-wing' dan beberapa komponen kecil lainnya yang akan dievaluasi sebelum kualifikasi. Masih banyak potensi performa dari MCL40 yang bisa digali," Ujar Houldey.

Kru McLaren sedang merakit Sayap belakang lipat terbaru untuk GP Hungaria 2026--Twitter F1 Naija @f1_naija
Asal-usul Nama 'H-Wing'
Para insinyur McLaren memilih menamai inovasi mereka 'H-wing' sebagai bentuk penghormatan pada fitur 'F-duct' legendaris musim 2010. Jika 'F-duct' mengacu pada huruf 'F' di logo sponsor pada saluran udara, nama 'H-wing' diambil dari huruf 'H' pada logo Etihad Airways yang terpasang di sayap belakang MCL40.
McLaren menatap balapan di Sirkuit Monza dengan kepercayaan diri tinggi setelah Lando Norris mengamankan kemenangan beruntun di Hungaroring dan Zandvoort. Hasil manis tersebut mendongkrak sang juara dunia bertahan ke posisi keempat klasemen pembalap, berjarak 83 poin dari pemuncak klasemen, Kimi Antonelli.
"Dua kemenangan beruntun memberi dorongan motivasi besar bagi seluruh tim. Namun, kami tidak boleh jemawa. Karakteristik Monza sangat berbeda dari Hungaria atau Belanda, sehingga peta persaingan bisa saja berubah," Ujar Houldey.
BACA JUGA:Jelang GP Spanyol 2026, Sirkuit Madring Kemalingan Kabel
BACA JUGA:Rebutan Kursi Panas Red Bull: Cedera Hadjar Bikin Garasi Monza Kian Memanas!
Sirkuit Monza menyajikan tantangan ekstrem: lintasan lurus panjang menuntut hambatan udara seminimal mungkin, pengereman berat membutuhkan stabilitas, serta tikungan lambat memerlukan drivability yang prima.
"Manajemen energi juga menjadi faktor krusial. Karakteristik pengisian daya di Monza bisa memicu efek yo-yo, di mana mobil saling menyalip di titik lintasan yang berbeda. Sesi latihan yang bersih sangat penting untuk menemukan setelan paling optimal," Tegas Houldey.
Peningkatan performa unit daya Mercedes pada MCL40 memang memberi keunggulan di trek lurus. Namun, kunci utamanya kini ada pada kemampuan para insinyur McLaren menyelaraskan paket 'H-wing' dengan karakter mobil.
Jika kombinasi ini berjalan lancar, Lando Norris dan Oscar Piastri dipastikan menjadi ancaman serius bagi Mercedes, Ferrari, dan Red Bull di Monza.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: