Disway Mandarin Debate and Speech Competition 2026: Athaya Shifa Mau Kuliah di Tiongkok!

Disway Mandarin Debate and Speech Competition 2026: Athaya Shifa Mau Kuliah di Tiongkok!

Siswi kelas 12 SMA Unggulan Bina Insan Mulia Cirebon Athaya Shifa saat mengikuti lomba pidato Diswat Mandarin Debate and Speech Competition, Sabtu, 5 September 2026.-Agustinus Fransisco-Harian Disway

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Athaya Shifa Fauziah bersaing dengan teman-temannya dalam Disway Mandarin Debate & Speech Competition 2026. Mereka sama-sama mewakili Pondok Pesantren Unggulan Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon dan berambisi jadi juara. 

Siswi kelas XII SMA Unggulan BIMA itu mengatakan bahwa sekolah mendukung penuh ajang semacam itu. Bahkan, sejak tahun lalu, pihak sekolah mengutus peserta dalam jumlah besar. 

"Bisa dibilang ini kerja sama antara pihak sekolah sama murid. Pihak sekolah juga memberikan dukungan dana juga," kata Shifa. 

Dengan berapi-api, dia menceritakan maksud di balik pidatonya Sabtu itu. Garis besar pidato yang dibawakannya tak jauh-jauh dari tema tentang One Art, One Humanity. Dia menyampaikan bahwa manusia harus bisa hidup berdampingan dengan sesamanya karena sama-sama hidup di bumi. 

BACA JUGA:Disway Mandarin Debate and Speech Competition 2026: Tampil Pertama, Dimaz Bahas AI dan Manusia

BACA JUGA:Santri Asal Tuban Ingatkan Relasi Manusia dan Alam dalam Disway Mandarin Debate & Speech Competition 2026

Kata Shifa, hidup rukun adalah hal yang dicari. Untuk menuju ke sana, saling toleransi dan saling menghargai menjadi caranya. "Itu materinya saya dapat sendiri. Cari lewat bahan bacaan, juga dari AI. Tapi, saya rangkum lagi," katanya setelah berpidato.


SUASANA kompetisi saat berlangsung sesi pidato di atrium Pakuwon City Mall Surabaya pada Sabtu, 5 September 2026.-Boy Slamet-Harian Disway

Yang tidak kalah penting adalah Shifa mau cek dan ricek lagi. Jadi, data yang dipegangnya bukanlah data mentah dari internet atau buku bacaan. 

Dia juga menceritakan bagaimana akhirnya mau belajar Bahasa Mandarin. "Kalau saya memang mau belajar Bahasa Mandarin. Karena biar bisa kuliah di Tiongkok. Itu memang keinginan saya," terangnya. 

Shifa juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengalami kesulitan. Yakni, saat listening. Shifa sendiri kadang suka bingung, karena ada beberapa kata yang cara penulisannya sama tapi kalau bunyinya berbeda, artinya juga berubah.

BACA JUGA:Hobi Nonton Drama China, Kharisma Tampil Percaya Diri dalam Disway Mandarin Debate & Speech Competition 2026

BACA JUGA:Disway Mandarin Debate and Speech Competition 2026, Tiongkok Menanti Sang Jawara 

Saat ini, dia baru di tingkat Hanyu Shuiping Kaoshì (HSK) 2. Harusnya pada evel itu, dia harus menguasai sekitar 300 kosakata. Atau, bisa berkomunikasi untuk topik sehari-hari yang sangat dasar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: