Berada di Ring of Fire, Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah

Berada di Ring of Fire, Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah

Presiden Prabowo Subianto jelaskan bahwa indonesia saat ini berada dalam Ring of Fire saat Pimpin Ratas Perkembangan Penanganan Bencana Alam, 7 September 2026.-Sekretariat Presiden-YouTube

HARIAN DISWAY – Presiden Prabowo Subianto menilai posisi Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire membuat pemerintah harus selalu siap menghadapi berbagai bencana alam. Karena itu, Prabowo meminta alokasi anggaran untuk mitigasi bencana ditambah secara signifikan.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas bersama sejumlah jajaran terkait penanganan bencana alam di Indonesia pada Senin, 7 September 2026. Menurutnya, kondisi geografis Indonesia menjadi alasan penting untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.

"Takdir kita negara yang berada di lingkaran api, the Ring of Fire. Jadi ini membawa kita untuk, kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat," ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan pengalaman menghadapi sejumlah bencana menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk memperkuat langkah mitigasi. Ia menilai anggaran yang disiapkan untuk menghadapi bencana perlu ditingkatkan agar pemerintah memiliki kemampuan respons yang lebih baik.

BACA JUGA:KLH Segel 21 Badan Usaha Terkait Kebakaran Hutan dan Lahan di 7 Provinsi

BACA JUGA:Kebakaran Hutan Kalimantan Melonjak 366 Persen, 4 Korporasi Besar bakal Diselidiki

"Berarti mungkin pelajaran bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan," katanya.

Prabowo juga menyinggung respons pemerintah dalam menangani bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut dia, penanganan di sejumlah wilayah tersebut dilakukan secara cepat dan masif dengan mengandalkan kekuatan nasional.

"Sekarang pun dibandingkan dengan tahun-tahun yang dulu respons kita cepat. Keadaan bencana di Sumatera, di Aceh, Sumatera Utara dan di Sumatera Barat ternyata respons masif, cukup cepat," ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang telah terlibat dalam penanganan dan pemulihan bencana di wilayah tersebut. Prabowo menilai pemerintah cukup berhasil mengatasi kondisi yang terjadi dengan kekuatan sendiri.

BACA JUGA:Ini 5 Kebijakan Prabowo Tangani Kebakaran Hutan di Kalimantan

BACA JUGA:Prabowo Kerahkan 1.500 TNI dan 6 Helikopter Tangani Kebakaran Hutan di Kalimantan Barat

Selain bencana alam, Prabowo turut menyoroti respons pemerintah terhadap kebakaran hutan dan lahan. Ia mengakui masih terdapat sejumlah keterlambatan dalam penanganan di lapangan, tetapi hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah antisipatif berikutnya.

Dalam perencanaan ke depan, Prabowo meminta pemerintah menggunakan prinsip "lebih baik lebih daripada kurang". Prinsip tersebut, menurutnya, perlu diterapkan terutama dalam menyiapkan sarana pendukung untuk menghadapi bencana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: