Pendidikan Tinggi Indonesia Memerlukan Kontrak Baru

Pendidikan Tinggi Indonesia Memerlukan Kontrak Baru

ILUSTRASI Pendidikan Tinggi Indonesia Memerlukan Kontrak Baru.-Gemini-

Ijazah Bukan Jaminan Pekerjaan

Ijazah adalah tanda seseorang pernah memperoleh kesempatan untuk belajar pada jenjang pendidikan tertentu. Yang menentukan perjalanan setelah itu adalah kombinasi antara kompetensi, karakter, pengalaman, kesempatan, struktur ekonomi, dan kemampuan menciptakan nilai. 

Maka, pertanyaan masa depan pendidikan tinggi Indonesia bukan lagi ”berapa banyak sarjana yang berhasil kita wisuda?” Melainkan, ”berapa banyak manusia berkapasitas tinggi yang berhasil kita lahirkan?”

Manusia yang mampu belajar kembali ketika pengetahuannya usang. Mampu beradaptasi ketika teknologi berubah. Mampu menciptakan pekerjaan ketika pekerjaan tidak tersedia. Mampu menggunakan AI tanpa kehilangan kemanusiaannya. Mampu bekerja dengan siapa saja. Dan, yang terpenting, mampu membuat dirinya berguna bagi orang lain.

Kalau seorang sarjana akhirnya memilih menjual sempol, silakan. Namun, biarlah pendidikannya membuat sempol itu menjadi lebih baik. Lebih produktif. Lebih inovatif. Lebih bernilai. 

Bahkan, kalau bisa, suatu hari ia tidak lagi mencari lowongan pekerjaan. Ia justru membuka lowongan pekerjaan. (*)

*) Ulul Albab adalah akademisi Universitas dr. Soetomo Surabaya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: