7 Gunung Api Erupsi Bersamaan, Ahli ITS: Bukan Fenomena Domino

7 Gunung Api Erupsi Bersamaan, Ahli ITS: Bukan Fenomena Domino

Ahli Vulkanologi ITS Dr M Haris Miftakhul Fajar MEng ajak masyarakat untuk mengenal aplikasi Magma Indonesia yang secara aktif memantau aktivitas gunung api di Indonesia.-Dok. ITS-

Sementara Gunung Ibu mempunyai sistem tektonik berbeda karena berada di kawasan double subduction.

BACA JUGA:Cara Pantau Abu Vulkanik Anak Krakatau Lewat HP, Bisa Cek MAGMA Indonesia

BACA JUGA:8 Bandara Masih Ditutup, Abu Anak Krakatau Dipantau Tiap 30 Menit

Gunung Ili Lewotolok juga memiliki kondisi geologi yang khas. Gunung tersebut berada di dekat batas proses subduksi yang telah berakhir.

“Kondisi itu menyisakan struktur geologi berupa robekan pada lempeng slab yang tersubduksi sehingga mengakibatkan tersedianya pasokan magma,” papar Haris.

Perbedaan kondisi tersebut membuat setiap gunung api memiliki perilaku yang tidak seragam.

Ada gunung yang terus menunjukkan aktivitas, sementara gunung lain dapat berada dalam kondisi tidak aktif selama waktu yang sangat panjang.

Magma Seperti Cairan Bersoda

Kepala Departemen Geofisika ITS itu menjelaskan, dapur magma dapat dibayangkan sebagai ruang berongga besar di dalam bumi. Ruang tersebut menjadi tempat berkumpulnya material batuan cair atau magma.

Di dalam magma terdapat fluida dan uap air. Tekanan dari kandungan gas tersebut dapat meningkat ketika magma terus mendapat suplai dari bagian bumi yang lebih dalam.

Haris mengibaratkannya seperti minuman bersoda yang berada dalam botol tertutup.

“Semakin tingginya tekanan gasnya, maka saat jalurnya terbuka akan memicu erupsi terjadi,” tuturnya.

Sebaliknya, ketika suplai magma berhenti dan aktivitas tektonik tidak lagi memberikan pemicu, kantong magma dapat mengalami pendinginan secara perlahan. 

BACA JUGA:Bandara Ngurah Rai Tetap Buka, 5 Penerbangan Jakarta-Bali Batal akibat Abu Anak Krakatau

BACA JUGA:Abu Anak Krakatau Bikin Sekolah PJJ, Penyaluran MBG Ikut Dihentikan Sementara

Proses tersebut berlangsung sangat lama dan memungkinkan mineral tertentu membentuk kristal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: