'King Ryan' Buka Suara, Hanya Aku yang Berani Hadapi Semua Petinju Hebat!
Ryan Garcia saat melakukan siaran langsung di akun You Tube Nina Drama-Tangkap layar-You Tube Nina Drama
BACA JUGA:Michael Page Kembali ke Middleweight, Siap Bikin Geger di UFC Paris 2026

Ryan Garcia saat kalahkan Devin Haney-kingryan-Instagram
Sementara itu, pertarungannya melawan Devin Haney juga menjadi bagian penting dalam resume Garcia, meskipun hasil akhirnya memiliki catatan khusus. Garcia awalnya dinyatakan menang melalui majority decision setelah menjatuhkan Haney tiga kali. Namun, hasil tersebut kemudian berubah menjadi no contest setelah Garcia gagal dalam tes doping.
Karena itu, klaim Garcia mengenai resume-nya perlu dibaca dalam konteks yang tepat. Ia memang telah menghadapi sejumlah nama besar, tetapi tidak semua pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan resmi.
Garcia juga sempat menyebut nama Vergil Ortiz Jr. dalam pernyataannya. Namun, klaim tersebut tidak sesuai dengan catatan pertarungan profesional Garcia karena keduanya belum pernah bertemu di atas ring. Bagian tersebut kemungkinan merupakan cara Garcia menggambarkan nama-nama elit yang ia anggap berada dalam lingkaran persaingan generasinya.
Terlepas dari kontroversi tersebut, Garcia memiliki kesempatan besar untuk kembali meningkatkan kualitas rekam jejak miliknya.
Pada Februari 2026, Garcia berhasil merebut gelar WBC kelas welter setelah mengalahkan Mario Barrios melalui unanimous decision. Kemenangan tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karier profesionalnya sekaligus membawanya kembali ke posisi puncak setelah periode sulit.
BACA JUGA:Mengenal Paddy Pimblett, Si 'The Baddy' UFC yang Nyentrik Asal Liverpool
BACA JUGA:UFC Paris 2026: Dan Hooker Siap Jadi 'Villain' dan Rusak Pesta Debut Parnasse

Ryan Garcia akan hadapi Conor Benn untuk mempertahankan sabuk WBC miliknya-kingryan-Instagram
Kini, Garcia akan menghadapi Conor Benn pada 12 September 2026 di T-Mobile Arena, Las Vegas. Duel tersebut akan menjadi pertarungan pertahanan gelar WBC kelas welter pertamanya.
Benn bukanlah lawan sembarangan. Petinju asal Inggris tersebut juga memiliki ambisi besar untuk memenangkan pertarungan dan merebut gelar dunia dari Garcia. Pertemuan keduanya pun berpotensi menjadi salah satu pertarungan besar pada tahun ini.
Menariknya, Garcia sudah memikirkan siapa yang ingin dihadapinya setelah Benn. Ia secara terang-terangan menyebut nama mantan juara dunia Teofimo Lopez.
“Lalu setelah Conor Benn, saya ingin Teofimo. Ada satu nama lagi dalam daftar. Bing, bing, bow!” ungkap pria berusia 28 tahun tersebut.
Keinginan tersebut menunjukkan ambisi Garcia untuk terus menghadapi petinju-petinju besar. Jika mampu mengalahkan Benn dan kemudian mendapatkan pertarungan melawan Lopez, Garcia akan memiliki kesempatan untuk menambah satu nama penting lagi ke dalam resume profesionalnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: espn