Hasil F1 GP Madrid 2026: Kimi Antonelli Juara, Verstappen Kedua
Dari kiri: Max Verstappen, Kimi Antonelli dan Lando Norris, top-3 podium GP Spanyol 2026 di sirkuit Madring. --Twitter Formula 1 @F1
HARIAN DISWAY - Pembalap muda Mercedes, Kimi Antonelli, sukses mengukir sejarah usai menjuarai drama Grand Prix Madrid 2026 yang diwarnai friksi sengit antarpembalap, kegagalan rem Lewis Hamilton, hingga kekacauan strategi akibat Virtual Safety Car.
Antonelli berhasil menahan gempuran Max Verstappen yang finis di posisi kedua, sementara Lando Norris melengkapi panggung podium di tempat ketiga setelah memenangi duel ketat pasca-insiden insidental di lap-lap awal.
Lando Norris dan Kimi Antonelli mengawali balapan dari baris terdepan dengan strategi ban medium. Max Verstappen dan Lewis Hamilton memilih kompon soft, sementara Charles Leclerc, George Russell, Oscar Piastri, hingga Liam Lawson mengawali balapan dengan ban hard. Secara keseluruhan, tujuh pembalap memilih ban medium, tiga menggunakan soft, dan 12 pembalap memakai hard.
Reaksi Norris saat lampu start padam terbukti impresif. Ia langsung bergerak memotong lintasan untuk menutup pergerakan Antonelli. Keduanya berdampingan memasuki Tikungan 1 sebelum Antonelli melebar dan memotong jalur.
Antonelli sempat memberikan kembali posisinya kepada Norris, tetapi Verstappen langsung menempel ketat di sayap belakangnya. Antonelli kembali melebar dan pembalap Mercedes itu tercatat dua kali keluar lintasan hanya di Lap 1.
BACA JUGA:Mengurai Dilema Budget Cap dan Misi Perombakan Mesin Scuderia Ferrari
BACA JUGA:Siasat Cerdik Mercedes: Mengapa George Russell Pilih Tunda Ganti Mesin?
Di belakang mereka, Hamilton meminta Verstappen mengembalikan posisi akibat memotong tikungan. Namun, Verstappen membela diri via radio tim.
"Lewis hampir menabrak saya, dia kehilangan kendali. Kalau saya tidak menghindar, kami pasti bertabrakan. Saya seharusnya sudah di depan," ujar Verstappen.
Sementara itu, Piastri melorot ke posisi ke-10 setelah dua kali hampir bersenggolan dengan Russell. Benturan ringan tersebut membuat ujung sayap depan mobil McLaren miliknya mengalami kerusakan.
Norris memimpin di akhir Lap 2, diikuti Verstappen, Antonelli, Hamilton, Leclerc, dan Russell.

Kimi Antonelli (depan), tepat di belakangnya berurutan ada Max Verstappen dan Lando Norris, saat balapan GP Spanyol 2026 di sirkuit Madring. --Twitter Formula 1 @F1
Pada Lap 4, instruksi Red Bull meminta Verstappen menyerahkan posisinya kepada Hamilton akibat insiden keluar jalur sebelumnya.
"Apa-apaan yang kalian bicarakan?" protes Verstappen.
Verstappen yang saat itu berada di antara Antonelli dan Hamilton akhirnya menuruti perintah tim. Ia membiarkan Antonelli dan Hamilton melewatinya. Steward kemudian memutuskan tidak ada investigasi lebih lanjut atas kejadian tersebut.
Satu lap berselang, Verstappen kembali merebut posisinya dari Hamilton di antara Tikungan 3 dan 4. Ferrari milik Hamilton mendadak melambat dramatis. Leclerc ikut menyalipnya, sementara Hamilton terus melorot akibat beberapa kali melebar.
"Rem saya blong, guys," aduh Hamilton. Pembalap asal Inggris itu harus berjuang keras menghentikan mobilnya saat kembali ke pit untuk pensiun dari balapan.
Antonelli yang juga sempat kesulitan mengendalikan mobilnya berhasil bertahan di posisi kedua, berjarak empat detik di belakang Norris dan satu detik di depan Verstappen. Russell yang tertahan di belakang Leclerc mendesak Mercedes untuk mempertimbangkan strategi undercut.
BACA JUGA:Senggolan di GP Monza Bongkar Kerapuhan Internal Ferrari
BACA JUGA:Putra Kimi Raikkonen Gabung Red Bull Junior Team Mulai 2027
Lawson sukses menyalip Franco Colapinto untuk merebut posisi ketujuh, dibayangi Arvid Lindblad dan Piastri. Sepuluh lap pembuka pun ditutup dengan penuh drama.
Nasib apes menimpa dua pembalap Spanyol, Fernando Alonso dan Carlos Sainz, yang bertabrakan di Lap 13. Alonso mencoba menyalip dari sisi luar, tetapi merasa Sainz "mendorongnya" ke arah dinding.
Kerusakan sayap depan memaksa Alonso masuk pit untuk mengganti komponen nosecone, sedangkan Sainz dijatuhi penalti waktu lima detik.
Situasi makin rumit saat Virtual Safety Car (VSC) aktif di Lap 15 usai Lance Stroll menabrak pembatas di Tikungan 20. Norris baru saja melewati pintu pit saat VSC menyala, sementara Antonelli, Verstappen, dan Russell langsung masuk pit.
Sial bagi Norris, VSC dicabut tepat ketika ia tiba di pintu masuk pit pada lap berikutnya. Lambatnya proses penggantian ban depan kanan makin merugikan posisi sang juara dunia, hingga ia terlempar ke belakang Russell saat keluar pit.
Leclerc yang belum melakukan pit stop mengambil alih pimpinan balapan di depan Antonelli. Meski sempat menempel ketat, jarak Antonelli malah melebar hingga tiga detik. Antonelli sempat meminta timnya memeriksa kondisi mobil, namun Mercedes memastikan tidak ada kendala teknis.
Penderitaan Sainz bertambah setelah menerima bendera hitam-putih akibat melanggar track limits. Satu pelanggaran lagi akan membuahkan penalti tambahan lima detik. Sainz pun tertahan di posisi juru kunci (ke-20).
Di papan atas, Antonelli kembali mendobrak dan meninggalkan Verstappen dengan keunggulan enam detik. Di sisi lain, Piastri yang frustrasi sempat menanyakan opsi penggantian sayap depan. McLaren menolak permintaan tersebut karena dinilai membuang terlalu banyak waktu.
Russell melakukan pit stop kedua di Lap 29 dan turun ke posisi keenam. Tak lama berselang, Sergio Perez menjadi pembalap ketiga yang gugur setelah memarkirkan mobil Cadillac miliknya di pit.
Di radio tim, Norris sempat mengeluhkan kecepatannya yang merasa "nol", namun beberapa saat kemudian ia justru mencetak fastest lap.
Russell terus merangkak naik dan berhasil melewati Lawson yang melebar di Tikungan 5 dan 6. Meski begitu, Russell tetap mempertanyakan keputusan strategi pit timnya karena merasa seharusnya bisa berada di depan Norris.
Pada Lap 39, Leclerc menanyakan opsi pit stop kepada Ferrari. Tim mengonfirmasi bahwa pit stop saat itu akan membuatnya keluar di belakang Norris. Ferrari pun memilih menahan Leclerc di lintasan untuk menjaga rentang waktu Safety Car.
McLaren akhirnya menarik Piastri ke pit pada Lap 43 untuk mengganti ban hard ke kompon medium. Ia keluar di posisi ke-11, tepat di belakang persaingan sengit Pierre Gasly, Gabriel Bortoleto, Colapinto, dan Lindblad. Piastri sukses menyalip Lindblad, namun tertahan di belakang Colapinto.
Tujuh lap menjelang finis, Leclerc akhirnya melakukan satu-satunya pit stop hari itu. Antonelli mengambil alih pimpinan balapan dengan keunggulan tipis satu detik atas Verstappen, disusul Norris satu detik di belakangnya. Leclerc kembali ke lintasan di posisi keempat dengan jarak 24 detik dari zona podium.
Mendapat lintasan bersih, Antonelli mulai menjauh dari Verstappen hingga memimpin 2,5 detik. Meski selisih sempat memangkas jadi 0,6 detik di lap berikutnya, Antonelli berhasil menjaga ritme dan memperlebar jarak hingga tiga detik. Norris yang berada di posisi ketiga terus menekan Verstappen sambil mengeluhkan gaya balap rivalnya yang sering keluar batas lintasan.
Kimi Antonelli akhirnya mengunci kemenangan di Grand Prix Madrid dengan keunggulan 4,3 detik atas Max Verstappen, disusul Lando Norris di podium ketiga.
Hasil 10 Besar GP Madrid 2026:
- Kimi Antonelli (Mercedes) – Pemenang
- Max Verstappen (Red Bull) +4.3s
- Lando Norris (McLaren) +5.0s
- Charles Leclerc (Ferrari) +29.1s
- George Russell (Mercedes) +29.8s
- Liam Lawson (Red Bull) +86.7s
- Franco Colapinto (Alpine) +91.8s
- Oscar Piastri (McLaren) +95.8s
- Arvid Lindblad (Racing Bulls) +1 lap
- Nico Hulkenberg (Audi) +1 lap(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: