Profil Juara Disway Mandarin Debate & Speech Competition 2026: Baru Debut, Langsung Tembus Final

Profil Juara Disway Mandarin Debate & Speech Competition 2026: Baru Debut, Langsung Tembus Final

SERIUS, tiga member tim debat Universitas Brawijaya, dari kiri Alfi Syahrin, Ghina Imtina, dan Wafa Fauziah, menyampaikan argumen dalam Disway Mandarin Debate & Speech Competition 2026 di Pakuwon City Mall, 6 September 2026.-Boy Slamet-Harian Disway

”Terlalu mendadak pengumumannya. Kami jadi kesulitan untuk catch up materinya lagi,” ungkap dia. Alhasil, data-data yang hendak digunakan harus diingat dan dipadatkan ke kepala.

Namun mereka tidak ingin persoalan tersebut dibawa terlalu jauh. Menurut Wafa, situasi akhirnya masih bisa ditangani. ”Overall, alhamdulillah secara keseluruhan situasinya masih ter-handle dengan cukup baik,” kata Syahrin lega.

BACA JUGA:Bintang dari Kendari Terbang ke Surabaya demi Disway Mandarin Debate & Speech Competition 2026

BACA JUGA:Tim UB versus Unnes Adu Argumen Pertambangan Nikel dalam Disway Mandarin Debate & Speech Competition 2026

Final pun berjalan. UB memang gagal merengkuh juara. Tetapi, kekalahan itu justru memberi mereka daftar evaluasi. Salah satunya soal penampilan. 

Mereka jadi paham, ternyata debat bukan hanya perkara seberapa banyak data yang dikuasai. Cara menyampaikan argumen ikut menentukan. Suara harus lantang. Intonasi harus jelas. Ekspresi harus keluar. Energi tidak boleh habis sebelum pertandingan selesai.

Ghina juga mendapat masukan dari juri seusai pertandingan. Materi mereka dinilai sudah bagus. Namun dari segi performance masih bisa ditingkatkan. ”Ibarat kata, debat kan harus suaranya besar, harus lantang ketika menyatakan (argumen),” ujar dia.


TAKTIS dan tegas, tim debat UB melaju mulus sampai ke ke final. Penampilan mereka saat mengalahkan tim imamah dari Pamekasan dipuji moderator Novi Basuki (tengah).-Boy Slamet-Harian Disway

Catatan itu mereka simpan. Bagi tim yang baru pertama kali mengikuti lomba debat, pengalaman tersebut terasa penting. Wafa sendiri punya pegangan, ”Either we win, or we learn.” Menang, atau memetik pelajaran.

Dan tim UB memang belajar banyak. Persiapan mereka sejak awal sebenarnya sudah serba mepet. Ghina dkk baru mendapat rekomendasi dari program studi sekitar seminggu sebelum lomba. Setelah terpilih, ketiganya langsung riset materi. Persiapan efektif hanya sekitar tiga sampai empat hari.

BACA JUGA:Tahun Kedua Ikut Disway Mandarin Debate & Speech Competition, Kini Richmond Pasang Target Juara!

BACA JUGA:Berawal dari Main Game, Mahasiswi ITS Unjuk Gigi dalam Disway Mandarin Debate & Speech Competition 2026

Materi kerja sama Indonesia dan Tiongkok dibagi berdasarkan bidang. Ada ekonomi, diplomasi, maritim, dan isu lainnya. Masing-masing mengambil bagian, kemudian seluruh bahan dibawa ke meja diskusi.

Posisi speaker pun sempat dirombak. Sekitar H-2, Ghina yang semula menjadi speaker pertama ditukar menjadi speaker kedua. Syahrin kemudian mengambil posisi speaker pertama. Speaker pertama bertugas menyampaikan statement, lalu speaker kedua lebih banyak menghadapi pertanyaan.

Topik maritim menjadi salah satu yang paling membuat mereka memutar otak. Mereka lebih mudah melihat isu tersebut dari sisi kontra. Ketika harus mencari argumen untuk mendukung posisi pro, celah argumentasinya tidak banyak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: