Berawal dari Main Game, Mahasiswi ITS Unjuk Gigi dalam Disway Mandarin Debate & Speech Competition 2026
Penampilan Aulia Nadya Aziza dalam Disway Mandarin Speech Competition-Tintin Dwi Yuliani-Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY – Penampilan mengesankan datang dari salah satu peserta Disway Mandarin Debate & Speech Competition 2026. Diq adalah Aulia Nadya Azizah, mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Dalam pidatonya, Aulia mengangkat pandangannya tentang kehidupan di Indonesia. Dia hendak menunjukkan bahwa tinggal di Indonesia tidak seburuk yang selama ini ramai dibicarakan.
Menurutnya, salah satu hal yang membuat Indonesia istimewa adalah kerukunan yang masih dijaga oleh masyarakat. Hal tersebut menjadi kelebihan yang belum tentu dimiliki negara lain.
"Saya ingin menyampaikan bahwasanya tinggal di Indonesia itu tidak seburuk yang selama ini disampaikan. Kita masih menjunjung tinggi kerukunan antar sesama yang menjadi kelebihan yang tidak banyak dimiliki negara lain," ujarnya.
BACA JUGA:Baru Sebulan Belajar Mandarin, Danish Tampil Percaya Diri demi Wujudkan Mimpi Kuliah di Tiongkok
Ketertarikan Aulia terhadap Bahasa Mandarin berawal dari hal yang sederhana, yakni pertemanan di dunia maya. Saat pandemi, dia sering bermain games bersama teman-temannya yang berasal dari Tiongkok.
Dari pertemanan tersebut, Aulia mulai tertarik untuk mempelajari Bahasa Mandarin. Menariknya, kegiatan belajar itu tidak hanya dilakukan oleh Aulia. Teman-temannya dari Tiongkok juga ikut mempelajari Bahasa Indonesia.
"Pada saat pandemi lalu, saya sering bermain video games dengan teman-teman dari Tiongkok. Dari situlah saya tertarik dan mulai mempelajari Bahasa Mandarin,” ujarnya.
Lewat pertemanan tersebut, Aulia tidak hanya mengenal Bahasa Mandarin, tetapi juga semakin dekat dengan budaya Tiongkok. Salah satu budaya yang menarik perhatiannya adalah tradisi minum teh.
BACA JUGA:Tahun Kedua Ikut Disway Mandarin Debate & Speech Competition, Kini Richmond Pasang Target Juara!
Menurut Aulia, minum teh di Indonesia dan Tiongkok memiliki kebiasaan yang berbeda. "Kalau di Indonesia minum teh hanya sekadar meminumnya saja, di Tiongkok kegiatan minum teh memiliki tata cara dan tujuan tersendiri," tambahnya.
Kedekatan Aulia dengan budaya Tiongkok bahkan membawanya memiliki nama Mandarin, yakni Huang Tianxi. Nama tersebut tidak dia dapatkan begitu saja. Aulia bersama teman-temannya dari Tiongkok turut mencari dan mempertimbangkan karakter Mandarin yang sesuai dengan dirinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: