Datangkan Alat Canggih dari Tiongkok, Targetkan Olah 2,1 Juta Kelapa per Hari

Datangkan Alat Canggih dari Tiongkok, Targetkan Olah 2,1 Juta Kelapa per Hari

Aktivitas pengolahan kelapa di PT Royal Agro Industri datangkan alat dari Tiongkok, kapasitas pengolahan kelapa PT RAI, PT RAI olah 2,1 juta kelapa per hari, industri hilirisasi kelapa Indonesia, pabrik pengolahan kelapa PT RAI, investasi industri kelapa --

Bagi PT RAI, penambahan peralatan produksi tersebut tidak semata-mata untuk meningkatkan kapasitas. Perusahaan juga menempatkan hilirisasi sebagai bagian penting dari strategi bisnisnya, yakni mengolah kelapa di dalam negeri sebelum dipasarkan ke pasar internasional.

Owner PT RAI Jerry Hermawan Lo (JHL) mengatakan, hilirisasi menjadi salah satu alasan dirinya masuk ke industri kelapa. Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya kelapa yang besar sehingga komoditas tersebut perlu diolah agar menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

"Kalau dulu kelapa Indonesia diekspor dalam bentuk utuh (kelapa bulat) dengan harga murah, sekarang dengan pabrik ini, kami bisa olah dulu sebelum diekspor. Tentu saja olahan kelapa memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi. Ini yang dinamakan hilirisasi kelapa," ucapnya.

Saat ini, PT RAI telah mengekspor berbagai produk olahan kelapa ke lebih dari 33 negara, di antaranya Jerman, Spanyol, Turki, Tiongkok, dan Amerika Serikat.

Menurut Jerry, proses pengolahan di dalam negeri memberikan nilai tambah sekaligus membuka peluang kerja dan memperkuat posisi petani dalam rantai industri kelapa.

PT RAI juga telah mempekerjakan ribuan tenaga kerja lokal di industri pengolahan kelapa.


--

BACA JUGA:Sepekan Terjun ke Bencana dan Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar, Gubernur NTT Apresiasi JHL Foundation

Dorong Produktivitas Petani dan Buat "Beasiswa Kelapa"

Pengembangan industri kelapa dengan kapasitas besar membuat ketersediaan bahan baku menjadi salah satu faktor penting. Karena itu, PT RAI tidak hanya membangun fasilitas pengolahan, tetapi juga menjalin kerja sama dengan petani kelapa.

Pada pengembangan sebelumnya, perusahaan telah bekerja sama dengan ribuan petani kelapa serta memberikan pendampingan dan pelatihan untuk mendorong peningkatan produktivitas.

Jerry juga mengembangkan program beasiswa dengan menyisihkan Rp10 dari setiap butir kelapa yang diolah. Dana tersebut digunakan untuk mendukung pendidikan mahasiswa pertanian.

"Sekarang kami sudah memberikan beasiswa kepada 1.300 mahasiswa pertanian dari berbagai universitas ternama di Indonesia," kata Jerry.

Beasiswa tersebut telah diberikan kepada mahasiswa sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Lampung (Unila), Universitas Sumatera Utara (USU), IPB University, Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Bangka Belitung (UBB), Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Universitas Nusa Cendana (Undana), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Universitas Riau (Unri), Universitas Nusa Nipa (Unipa) Nusa Tenggara Timur, serta Sekolah Tinggi Pertanian Kewirausahaan (STPK) Banau, Halmahera Utara.

Jerry mengatakan, pengembangan industri kelapa juga diarahkan agar tidak menghasilkan limbah. Menurutnya, hampir seluruh bagian kelapa dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

"Tidak banyak negara yang punya perkebunan kelapa. Salah satu yang terbesar adalah Indonesia," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: