Menjelajah Lautan Teduh (5): Menjadi Duta dan Jembatan Antarbangsa

Menjelajah Lautan Teduh (5): Menjadi Duta dan Jembatan Antarbangsa

APEL PEMBERANGKATAN yang dipimpin Menko Polkam Djamari Chaniago di hanggar heli KRI WSH-991, Senin 14 September 2026.-DISPEN TNI-AL-

Misi ini juga menjadi kerja bersama lintas institusi. Sebanyak 318 personel terlibat. Mereka terdiri atas 247 personel TNI AL, 21 personel TNI AD, 15 personel TNI AU, empat personel Polri, serta 31 personel gabungan dari Kemenko Polkam; Kementerian Pertahanan; Kementerian Kesehatan; Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi; pendeta dan dosen relawan, jurnalis, serta mahasiswa dari berbagai kampus.

Satgas dipimpin Kolonel Laut (P) Benedictus Hery Murwanto, SH., MH., yang juga Komandan KRI tersebut.

Rutenya cukup panjang: Jakarta–Sorong–Vanuatu–Fiji–Kepulauan Solomon–Papua Nugini–Wanam–Sorong. Pelayaran dijadwalkan berlangsung 14 September hingga 12 November 2026.

Karena itu, Djamari menitipkan empat pesan. Menjaga kesehatan. Menjunjung tata krama dan disiplin di kapal. Menjaga kehormatan Indonesia dengan menunjukkan kepedulian kepada masyarakat di negara tujuan. Dan mengutamakan keselamatan hingga kembali ke Tanah Air.

BACA JUGA:Angkat Maraknya Kekerasan Seksual, Untag Tayangkan Film Kita yang Menulis Cerita

BACA JUGA:Semangat Kemerdekaan, Untag Surabaya Revitalisasi Perpustakaan Sanggar Theosofi

“Ini adalah misi bersama bangsa Indonesia. Tidak hanya TNI AL, tetapi juga TNI AD, TNI AU, Polri, mahasiswa, relawan, dan berbagai kementerian yang bergabung dalam satu semangat pengabdian,” ujarnya.

Pelepasan dihadiri Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Edwin Rajo Mangkuto, Pangkoarmada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, Pangkoarmada III Laksamana Muda TNI Dato Rusman, Dankodaeral III Laksamana Muda TNI Uki Prasetia, serta Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan. Hadir pula para pejabat utama Kemenko Polkam, Mabes TNI, dan perwakilan kementerian/lembaga terkait.

Di kapal itu, diplomasi memiliki aneka bentuk. Bukan hanya pertemuan pejabat. Bukan hanya bendera dan meja perundingan.


DELEGASI UNIVERSITAS 17 Agustus 1945 Surabaya berfoto bersama Wamensos Agus Jabo Priyono (kanan)-YUNIAR DWI PUTRI-

Ada dokter yang akan melayani pasien. Ada bantuan yang akan diserahkan. Ada mahasiswa yang bertukar pengalaman. Ada seniman dan relawan yang membawa kebudayaan. Ada jurnalis yang merekam perjalanan.

Mereka berangkat sebagai bagian dari satu kapal. Menjadi duta. Sekaligus menjadi jembatan antarbangsa. (*)

Kapal Jadi Sanggar Seni, baca besok… (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: