Profil Juara Disway Mandarin Debate & Speech Competition 2026: Richmond Princeton Setiawan Balas Dendam
RICHMOND PRINCETON SETIAWAN berpidato dengan penuh semangat dan berapi-api dalam Disway Mandarin Debate & Speech Competition di Pakuwon City Mall Surabaya pada 6 September 2026.-Boy Slamet-Harian Disway
Disway Mandarin Debate & Speech Competition 2026 adalah kompetisi kedua yang Richmond Princeton Setiawan ikuti. Tahun lalu, ia gagal menang. Kali ini, dendamnya terbayarkan. Ia menjadi juara.
ADA pepatah yang berbunyi, juara adalah orang yang tidak pernah menyerah. Kalimat itu pas untuk menggambarkan perjuangan Richmond Princeton Setiawan. Tahun lalu, saat pertama kali menjadi peserta kompetisi pidato berbahasa Mandarin yang digelar Harian Disway, ia gagal masuk tiga besar.
Ketika itu, siswa kelas XI SMA Xin Zhong tersebut harus puas sebagai juara harapan satu. Tahun ini ceritanya berbeda. Panggung yang dulu membuatnya nervous, kini terlihat lebih bersahabat. Richmond sudah tahu cara mengatasi gugup dan demam panggung.
Lenyapnya grogi itu juga diupayakan Richmond selama setahun terakhir lewat evaluasi. Ia belajar dari pengalamannya tahun lalu. Saat itu, dia sempat blank ketika berpidato di panggung. Skrip yang sudah ia hafalkan pun mendadak seperti hilang dari kepala.
Pengalaman itu membekas. Ia tak mau mengulangi kesalahan yang sama. Richmond menyadari bahwa dirinya yang dulu terlalu sering mengulang hafalan. Akibatnya, ketika konsentrasinya buyar, hafalan demi hafalan berguguran.
Tahun ini, Richmond merombak strateginya. Saat berlatih pidato, ia tidak lagi ngotot menggebernya selama berjam-jam. Bersama guru yang membimbingnya, ia berlatih hanya sekitar 20 menit setiap harinya. Itu pun hanya ia lakukan selama tiga sampai empat hari menjelang kompetisi di Pakuwon City Mall pada 5-6 September 2026.
Durasi pendek itu bukan karena persiapan seadanya. "Justru itulah hasil evaluasi saya. Saya coba memperbaiki kesalahan tahun lalu dengan mengurangi durasi latihan. Soalnya saya gampang lupa kalau mengulang hafalan," terangnya kepada Harian Disway.
Agar latihannya efektif, Richmond berfokus pada gagasan. Tema pidato kali ini, One Earth, One Humanity, ia bedah. Setelah itu, ia merumuskan pesan yang ingin ia sampaikan lewat pidatonya. Setelah itu, ia berburu data untuk memperkuat argumentasinya.
BACA JUGA:Profil Juara Disway Mandarin Debate & Speech Competition 2026: UB Baru Debut Langsung Tembus Final
BACA JUGA:Profil Juara Disway Mandarin Debate & Speech Competition 2026: Unnes Sempat Salah Posisi Debat

EKSPRESI kemenangan Richmond Princeton Setiawan setelah menyabet juara pertama kategori pidato tingkat SMA dalam Disway Mandarin Debate & Speech Competition 2026.--Dokumentasi Harian Disway
Setelah data dan argumen siap, naskah pidato dirangkai. Naskah mentah lalu Richmond kirim kepada guru pembimbingnya untuk disunting lagi. Revisi final dari sang guru kemudian ia gunakan sebagai dasar latihan.
Di sela aktivitas padatnya sebagai pengurus OSIS, supporter DBL, dan anggota organisasi sosial bersama teman, Richmond serius berlatih. Tekadnya bulat. Kali ini, saat kembali berkompetisi dalam Disway Mandarin Debate & Speech Competition, ia harus menang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: