Mengenal Kickstriking UCC, Aturan Baru 'Tanpa Seri' di Ring BYON Combat

Mengenal Kickstriking UCC, Aturan Baru 'Tanpa Seri' di Ring BYON Combat

Pertandingan Kicksrtiking antara Abdul Aziz Calim (kanan) dan Jekson Karmela atau KkaJhe (kiri) dalam ajang Byon Combat Showbiz Vol. 5 yang diadakan di Tennis Indoor Stadium Senayan, Jakarta, 28 Juni 2025-Byon-instagram@byoncombat

Keterangan mengenai penerapan rules di BYON juga menyebut bahwa clinch tidak diperbolehkan. Konsep tersebut membuat petarung tidak dapat mempertahankan pegangan terlalu lama untuk menghentikan ritme pertandingan. Inilah salah satu alasan Kickstriking memiliki karakter pertarungan yang berbeda dari Muay Thai.

Siku Boleh, tetapi Ada Batasannya

Siku menjadi salah satu elemen yang membuat Kickstriking terlihat berbeda dari sejumlah format kickboxing. UCC memasukkan siku sebagai teknik dalam Kickstriking, tetapi juga menyediakan bagian khusus mengenai pelanggaran elbow dan serangan ilegal. Dengan demikian, tidak semua bentuk penggunaan siku otomatis dianggap legal.

Pembatasan tersebut menjadi bagian dari desain rules yang ingin mempertahankan keberadaan teknik siku sekaligus mengatur penggunaannya dalam pertandingan.

Hal ini juga sejalan dengan penjelasan ketika Kickstriking diperkenalkan di BYON. Cellos menjelaskan bahwa terdapat berbagai pertimbangan dalam penyusunan rules, termasuk aspek keselamatan dan kemungkinan petarung untuk menjalani pertandingan secara lebih rutin.

BACA JUGA:Noche UFC: Tommy McMillen Bawa Rekor 11-0, Siap Hancurkan Marwan Rahiki

BACA JUGA:Michael Page Tinggalkan UFC Usai Menang di Paris, Ke Mana Langkah Berikutnya?

Sweep Juga Tidak Menjadi Bagian dari Kickstriking

Perbedaan lain yang cukup mudah dilihat adalah penggunaan sweep atau sapuan untuk menjatuhkan lawan. Dalam aturan Kickstriking, teknik sweep atau tindakan menjatuhkan lawan termasuk dalam kategori pelanggaran teknik bertanding. UCC secara khusus mencantumkan sweep, bantingan, dan tindakan menjatuhkan lawan sebagai tindakan yang dapat dikenai sanksi.

Hal tersebut berbeda dengan beberapa format kickboxing. Dalam WAKO Low Kick, misalnya, foot sweep pada level pergelangan kaki diperbolehkan untuk menghilangkan keseimbangan lawan.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa jenis teknik yang terlihat sederhana ternyata dapat memiliki status hukum berbeda tergantung rules yang digunakan.

Penilaian Kickstriking Fokus pada Serangan Bersih dan Damage

Selain teknik yang boleh dan tidak boleh digunakan, sistem penilaian juga menjadi bagian penting dalam memahami Kickstriking. Pedoman UCC menyebut bahwa juri menilai pertandingan berdasarkan prioritas tertentu, dengan clean strikes dan actual damage menjadi faktor utama.

Clean strikes merupakan serangan legal yang mengenai sasaran secara langsung dan jelas, sedangkan actual damage berkaitan dengan dampak nyata serangan terhadap kondisi lawan.

BACA JUGA:Noche UFC 2026: Adu Gengsi Jean Silva vs Jose Delgado di Kelas Bulu

BACA JUGA:Justin Gaethje Tantang Conor McGregor Sebelum Pensiun, UFC Siap Wujudkan?

Dengan sistem tersebut, banyaknya serangan yang dilepaskan tidak otomatis menjadi satu-satunya ukuran. Efektivitas serangan dan dampak yang ditimbulkannya menjadi bagian penting dalam penilaian.

Karakter ini membuat penonton perlu memperhatikan kualitas serangan, bukan hanya jumlah pukulan atau tendangan yang dilepaskan.

Kickstriking Dirancang sebagai Stand-Up Combat Sport

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: ucc