Tergiur Aset, Keponakan Dolly Parton Dipecat dan Dihukum Jaga Jarak

Tergiur Aset, Keponakan Dolly Parton Dipecat dan Dihukum Jaga Jarak

Dolly Parton wafat. Keponakannya dihukum jaga jarak usai diduga tergiur aset mendiang bibinya.-@dollyparton-Pexels

Menurut gugatan tersebut, ia juga mengancam akan merusak hubungan bisnis serta kerja sama Parton dengan berbagai pihak.

Dokumen pengadilan menyebut dugaan ancaman itu sudah muncul sebelum Parton meninggal pada 25 Agustus dan kemudian meningkat.

Dalam salah satu pesan yang dilampirkan sebagai bukti, Seaver disebut menulis, "Saya seorang pembunuh," serta "semua orang perlu khawatir tentang apa yang mungkin saya lakukan."

BACA JUGA:Dolly Parton dan Niat Mulia sebelum Meninggal, Siap Jalani Obat Eksperimental untuk Bantu Orang Lain

BACA JUGA:Harry Styles Beri Penghormatan untuk Dolly Parton di Madison Square Garden

Gugatan tersebut juga menyatakan bahwa Seaver didorong oleh keinginan mendapatkan uang. Namun, ia juga disebut mengatakan memiliki "dendam untuk orang-orang saya."

Dalam salah satu pesan kepada Nozell, Seaver diduga mengancam akan membuat podcast untuk merusak hubungan bisnis Parton.

"Saya akan membuat podcast yang didedikasikan untuk menghancurkan kerja sama merek Dolly. Juga mengungkap pelanggaran yang telah dilakukan orang-orang itu kepada kami. Ini akan menjadi sesuatu yang hebat. Atau... bayar saya," demikian isi pesan yang dikutip dalam gugatan.

Pada 15 September, Seaver dipecat dari pekerjaannya sebagai penyedia keamanan untuk She's Alive. Namun, menurut dokumen gugatan, pemecatan tersebut tidak menghentikan persoalan.

BACA JUGA:Miley Cyrus Kenang Dolly Parton dan Percakapan Terakhir Mereka

BACA JUGA:Dolly Parton Meninggal Dunia, Ini Deretan Karya dan Penghargaan Fenomenalnya

Beberapa karyawan She's Alive disebut mengundurkan diri, sementara sebagian lainnya berhenti datang ke kantor karena khawatir mendapat tindakan balasan dari Seaver.

Chancellor Myles memaparkan pesan-pesan yang dilampirkan dalam gugatan. Bahwa semua itu menunjukkan pola perilaku yang lebih luas daripada sekadar pernyataan kasar atau emosional yang berdiri sendiri.

Menurut Myles, pesan tersebut menunjukkan bahwa Seaver berulang kali menyasar orang tertentu, hubungan bisnis, dan kepentingan profesional yang berkaitan dengan Parton.

Ia juga disebut mengancam kerugian reputasi dan bisnis, mengaitkan ancaman dengan tuntutan pembayaran atau tindakan tertentu, serta berulang kali menyebut akses terhadap senjata dan pengalaman kekerasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: usa today