Perjalanan PW GP Ansor Jatim ke Guangzhou III : Makam Abi Waqqas Jadi Peninggalan Sejarah Islam
Rombongan PW GP Ansor Jatim di depan Masjid Abi Waqqas -Ansor Jatim -
DI TENGAH hiruk-pikuk Kota Guangzhou yang modern, kawasan hijau dan tenang menyimpan jejak panjang sejarah Islam di Tiongkok. Kawasan tersebut dikenal sebagai Masjid dan Makam Xianxian atau Kawasan Abi Waqqas.
Kompleks yang berada di Jiefang North Road, Distrik Yuexiu, sebelah barat Taman Lampu itu berdiri di atas lahan lebih dari 24.000 meter persegi. Masyarakat setempat juga mengenalnya dengan sebutan Huihui Fen atau Da Ren Fen, yang merujuk pada makam orang-orang saleh yang dihormati.
Di dalam kompleks tersebut terdapat makam yang secara turun-temurun dipercaya sebagai makam Sa'ad bin Abi Waqqas, sahabat sekaligus kerabat Nabi Muhammad SAW. Keberadaan makam itu menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu tempat penting bagi umat Islam di Guangzhou.
Pemerintah Kota Guangzhou menetapkan kompleks tersebut sebagai salah satu peninggalan bersejarah yang berkaitan dengan Jalur Sutra Maritim dan situs warisan budaya yang dilindungi.
BACA JUGA:Jejak Iman dan Cahaya Masa Depan di Guangzhou, Tiongkok

Ketua PW GP Ansor Jatim Musaffa Safril di area makam Abi Waqqas-Ansor Jatim -
Masjid yang berada di dalam kompleks dibangun kembali pada 2010. Bangunan dua lantai tersebut memiliki luas sekitar 1.800 meter persegi dan mampu menampung hampir 2.500 jamaah.
Arsitekturnya memadukan gaya Islam dengan karakter khas Lingnan.
Saat memasuki waktu Dzuhur, rombongan PW Ansor Jawa Timur dan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya melaksanakan salat berjamaah di masjid tersebut. Setelah itu, rombongan berziarah ke makam yang dipercaya sebagai makam Abi Waqqas.
Makam berada di dalam cungkup utama. Pada pintu masuk tertulis "Raudah Abi Waqosh" menggunakan huruf Arab dan aksara Tionghoa.
BACA JUGA:Ketua BPP Masjid Al Akbar Surabaya Kunjungi Tiongkok untuk Pertukaran Budaya dan Agama di Guangzhou
BACA JUGA:Sejarah Siomay atau Shao Mai di Tiongkok, Ragam Cita Rasa dari Guangzhou hingga Mongolia Dalam
Sejumlah peziarah tampak datang silih berganti. Suasana berlangsung tenang dan khusyuk.
Akses menuju makam dijaga cukup ketat. Pengunjung non-Muslim, termasuk perempuan yang tidak menutup aurat, tidak diperkenankan masuk ke area makam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: