Menimbang Ulang Ambang Batas Parlemen

Menimbang Ulang Ambang Batas Parlemen

ILUSTRASI Menimbang Ulang Ambang Batas Parlemen.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Ambang batas yang minimal juga akan membuat saluran demokrasi formal makin terbatas yang berpotensi membuka parlemen jalanan beraksi secara masif.

Keberagaman partai politik di parlemen seharusnya dipandang sebagai aset demokrasi, tempat terjadinya adu gagasan demi mewakili kepentingan masyarakat. Keberagaman itu terlihat dari slogan ”Bhinneka Tunggal Ika” yang yang sakral bagi bangsa Indonesia. 

Oleh karena itu, menyongsong Pemilu 2029, opsi terbaik bagi perbaikan kualitas demokrasi Indonesia adalah menekan ambang batas parlemen serendah-rendahnya atau bahkan menghapusnya sama sekali. 

Dengan demikian, setiap satu suara rakyat dapat dihargai secara utuh dan menunjukkan kedewasaan politik dalam menyikapi keberagaman Indonesia sebagai sebuah bangsa. (*)

*) Keke Eskatario adalah pengamat politik dan demokrasi Manifesto Ideas Institute.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: