Sido Muncul Gelar Operasi Katarak Gratis untuk 100 Warga Gorontalo

Sido Muncul Gelar Operasi Katarak Gratis untuk 100 Warga Gorontalo

Direktur Utama Sido Muncul Irwan Hidayat (kiri) menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Bendahara DPBK PERDAMI Pusat Andi Elizar Asriyani (kanan)-Ragil Putri Irmalia-

HARIAN DISWAY - Sebanyak 100 warga Gorontalo mendapat kesempatan kembali menikmati dunia dengan lebih jelas. Mereka akan menjalani operasi katarak gratis dalam program bakti sosial yang digelar Sido Muncul bersama PERDAMI dan RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 13-14 Oktober di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo. Program ini menjadi bagian dari komitmen Sido Muncul memberikan manfaat kesehatan kepada masyarakat.

Bakti sosial operasi katarak gratis tersebut juga menyambut usia PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk yang memasuki 75 tahun. Perusahaan tersebut merayakan hari jadi pada November mendatang.

Dukungan untuk kegiatan tersebut secara simbolis diserahkan Direktur Utama Sido Muncul Irwan Hidayat kepada Bendahara DPBK PERDAMI Pusat Andi Elizar Asriyani pada Sabtu, 3 Oktober 2026 di Kantor Sido Muncul, Jakarta Selatan.

Irwan mengatakan kegiatan operasi katarak gratis telah dilakukan Sido Muncul bersama PERDAMI sejak 2011. Hingga kini ada lebih dari 57 ribu mata mendapatkan penanganan melalui program tersebut di berbagai daerah Indonesia.

BACA JUGA:Menuju 75 Tahun, Sido Muncul Bawa Tolak Angin “Dari Indonesia untuk Dunia

“Tahun lalu kami sudah mengoperasi sebanyak 1.050 penderita katarak. Memang belum menghilangkan seluruh backlog. Tetapi setiap operasi pasti menguranginya. Yang terpenting bagi kami adalah bisa ikut berpartisipasi membantu masyarakat,” ujar Irwan.

Sementara itu, Elizar mengatakan Gorontalo dipilih berdasarkan kesiapan daerah dan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, program operasi katarak bersama Sido Muncul tidak hanya berpusat di wilayah tertentu, tetapi telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia.

“Seluruh wilayah Indonesia sebenarnya membutuhkan. Kali ini kebetulan yang siap adalah Gorontalo. Program ini sudah merata di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke,” jelas Elizar.

Menurut Irwan, program operasi katarak masih perlu dilakukan secara berkelanjutan karena katarak merupakan penyakit degeneratif. Selain itu, masih banyak masyarakat yang belum memperoleh akses pengobatan secara memadai.

Irwan juga mengimbau masyarakat penderita katarak agar tidak takut menjalani operasi. Menurutnya, penanganan katarak penting karena gangguan penglihatan dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang secara signifikan.

“Kesehatan mata adalah faktor penting penentu kualitas hidup seseorang. Kalau orang itu sudah kehilangan penglihatan, 50 persen kualitas hidupnya hilang. Semoga operasi katarak ini tidak menjadi hal yang menakutkan untuk masyarakat,” kata pria 79 tahun itu.

BACA JUGA:Ramadan Berbagi, Sido Muncul Santuni 1.000 Anak Yatim di Jakarta

Selain operasi katarak, Sido Muncul menjalankan berbagai program sosial lainnya, termasuk operasi bibir sumbing gratis dan bantuan bagi anak-anak penderita stunting di sejumlah wilayah Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: