Menjelajah Lautan Teduh (20): Rekor 656 Pasien Dalam Dua Hari

Menjelajah Lautan Teduh (20): Rekor 656 Pasien Dalam Dua Hari

PEMERIKSAAN DASAR sebelum para pasien ditangani oleh para dokter di KRI dr Wahidin Sudirohusodo-991.-SATGAS TERPADU PORT VISIT 2026-

Layanan kesehatan gratis untuk warga Vanuatu digelar pada Sabtu-Minggu, 3-4 Oktober 2026. Tim Satgas Terpadu Port Visit 2026 pun ’’memecahkan rekor.’’ Sebanyak 656 pasien berobat. Bukti bahwa misi diplomasi itu cukup sukses.

SABAN pagi, antrean warga itu sudah terlihat di dermaga. Mereka duduk pada kursi biru yang  dinaungi tenda putih. Dan pasti, tenda itu tidak cukup. Karena itu, antrean pun mengular. Buntutnya menjulur hingga belasan meter di belakang tenda.

Dengan telaten, personel Sub Satgas Kesehatan (Subsatgaskes) melayani mereka di tenda. Mendaftar, menata antrean, hingga memberikan sosialisasi sederhana. Tentang hidup sehat. Tentang mencuci tangan. Sembari membagikan sebotol air mineral.

Perlahan tapi pasti, antrean itu terus bergerak. Meniti tangga kapal di sisi kanan KRI dr Sudirohusodo-991. Melewati penjagaan, orang-orang itu lalu menelusuri lorong kapal buatan PT PAL tersebut. Menuju dek 2 atau dek 3. Bergantung keluhannya.

BACA JUGA:Menjelajah Lautan Teduh (19): Burung dari Kahyangan Bawa Pesan Cinta

BACA JUGA:Tim PkM Untag Surabaya Kembangkan Digital Heritage Tari Tradisional di Sanggar Mugi Lestari

Ya, antusiasme itu memang bisa dimaklumi. Sebagian orang mungkin datang dengan rasa penasaran pada kapal rumah sakit milik Indonesia itu. Sebagian lagi memang sudah membutuhkan layanan kesehatan. Yang jelas, kesempatan berobat gratis selama dua hari tersebut cukup menarik perhatian warga.

Pemberitaan media lokal ikut membantu menyebarkan informasi tentang pelayanan itu. VBTC, misalnya, memberitakan kedatangan kapal Indonesia dan layanan kesehatan yang akan dibuka untuk masyarakat.

Antusiasme warga kemudian terlihat dari jumlah pasien yang datang.

Selama dua hari pelayanan, sebanyak 656 pasien mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Mereka dilayani oleh 14 dokter dari berbagai matra TNI dan Polri dan didukung 65 perawat. Para dokter itu pun terdiri atas berbagai spesialisasi. Selain dokter umum, ada juga dokter penyakit dalam, dokter bedah, dokter mata, hingga dokter gigi.


ANTREAN WARGA VANUATU yang ingin berobat di KRI dr Wahidin Sudirohuduso-991.-SATGAS TERPADU PORT VISIT 2026-

’’Tidak hanya pemeriksaan dan pemberian obat. Kami juga melakukan operasi,’’ ucap Dansubsatgaskes Mayor Laut (K) Chairil Rusydi Sp.An. Tercatat, sebanyak 14 operasi besar dan kecil digelar di dalam rumah sakit terapung itu. Bahkan, beberapa pasien sempat menginap setelah menjalani operasi di hari pertama layanan kesehatan gratis itu.

’’Pasien itu tidak hanya datang dari Port Vila. Banyak juga yang sengaja datang dari pulau-pulau yang jauh,’’ kata Wakil Komandan Satgas Terpadu Port Visit 2026 Leonard F. Hutabarat, PhD. 

Layanan kesehatan di KRI dr Wahidin Sudirohusodo-991 tidak hanya gratis. Yang membuat warga happy—juga berharap kesembuhan—adalah fasilitasnya yang lebih lengkap ketimbang sebagian rumah sakit di Vanuatu. Tak heran, kata salah seorang pasien yang kami temui, warga Vanuatu yang mampu lebih memilih berobat ke Australia. Atau ke India.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: